Laporan: Perang di Iran Kuras Stok Rudal Strategis AS ke Tingkat Kritis

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

 Perang di Iran Kuras Stok Rudal Strategis AS ke Tingkat Kritis

Ilustrasi.

JAKARTA – Militer Amerika Serikat (AS) telah menguras persediaan rudal-rudal pentingnya ke titik rawan selama perang tujuh pekan dengan Iran, menurut kajian dari Center for Strategic and International Studies (CSIS). Hal ini, menurut CSIS, memunculkan akibat jangka pendek dan membikin AS rentan dalam bentrok di masa depan.

Laporan nan diterbitkan pada Selasa (21/4/2026) tersebut menemukan bahwa operasi tempur intensif telah menghabiskan sebagian besar persenjataan tercanggih Amerika, termasuk setidaknya 45% dari persediaan Precision Strike Missile (PrSM), nyaris 50% dari pencegat pertahanan udara Patriot, dan lebih dari separuh dari rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD). Angka-angka tersebut dilaporkan selaras dengan penilaian rahasia Pentagon, demikian dilansir RT.

Pengurangan tersebut tidak terbatas pada sistem pertahanan udara. Analisis tersebut memperkirakan bahwa kampanye tersebut juga telah menghabiskan sekitar 30% dari persediaan rudal jelajah Tomahawk AS, lebih dari 20% dari rudal jarak jauh Joint Air-to-Surface Standoff Missiles (JASSM), serta sekitar 20% dari rudal pencegat SM-3 dan SM-6.

Meskipun Pentagon menyatakan mempunyai kekuatan persenjataan nan cukup untuk melanjutkan operasi di Timur Tengah, laporan CSIS memperingatkan bahwa pengurangan persenjataan secara esensial telah melemahkan keahlian Amerika untuk menghadapi perang besar di tempat lain, khususnya melawan musuh nan setara seperti China.

Para penulis laporan memperingatkan bahwa membangun kembali persenjataan bakal menjadi proses nan lambat dan mahal. Salah satu master mengatakan kepada CNN bahwa dibutuhkan waktu "satu hingga empat tahun untuk mengisi kembali persediaan ini, dan beberapa tahun setelah itu untuk memperluasnya hingga mencapai jumlah nan dibutuhkan."

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com