Tangguh Yudha
, Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |10:32 WIB

MBG (Foto: Okezone)
JAKARTA - Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengungkapkan bahwa siswa penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) condong lebih jarang tidakhadir sekolah dibandingkan siswa nan belum menerima program tersebut.
Anggota DEN, Firman Hidayat mengatakan, perbedaan tingkat ketidakhadiran antara siswa penerima dan nonpenerima MBG cukup signifikan, terutama pada golongan masyarakat dengan tingkat ekonomi paling rendah alias desil 1.
"Kami memandang temuannya cukup menarik gitu ya. Jadi jika kita lihat ketidakhadiran siswa, penerima MBG itu jarang tidakhadir dibandingkan dengan nonpenerima MBG gitu kan. Bahkan sebenarnya gap-nya cukup besar terutama di desil 1 nan paling miskin gitu ya," katanya usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Selasa (20/10/2026) malam.
Menurut Firman, hasil studi juga menunjukkan bahwa semakin sering siswa menerima MBG di sekolah, semakin rendah kecenderungan mereka untuk tidak masuk sekolah.
"Jadi ketika dia nonpenerima MBG, dia bakal sering absen, sementara jika penerima MBG dia bakal relatif tidak tidakhadir ke sekolah. Dan ini semakin tinggi berkurangnya tidakhadir seiring dengan intensitas penerimaan MBG di sekolahnya. Jadi saya kira ini satu perihal nan positif gitu kan," ucap Firman.
Firman menjelaskan, studi tersebut dilakukan melalui modul unik dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) nan disusun DEN berbareng Badan Pusat Statistik (BPS)dan sejumlah lembaga lainnya sejak September 2025.
Survei nan mencakup seluruh wilayah Indonesia itu bermaksud mengukur akibat program MBG terhadap tingkat kehadiran siswa, semangat belajar, serta rasa lapar selama berada di sekolah.
Selain tingkat kehadiran, DEN menemukan bahwa program MBG juga berangkaian dengan peningkatan semangat belajar siswa. Namun, faedah tersebut sangat berjuntai pada kualitas makanan nan diberikan.
53 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·