Lansia Tak Punya HP Terindikasi Judol, Mensos Duga KTP Disalagunakan

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Sosial tengah mendalam info penerima support sosial (bansos) nan terindikasi terlibat aktivitas gambling online (judol), termasuk dua penduduk lanjut usia (lansia) di Pekalongan, Jawa Tengah, Darmo (61) dan Dayat (77).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, dari pendalaman info penerima bansos, terdapat kejadian penggunaan KTP penerima bansos oleh pihak lain untuk beragam aktivitas nan teridentifikasi dalam proses pemutakhiran data, termasuk aktivitas judol.

"Sekarang kita dalami itu, ada kejadian KTP-KTP menerima bansos dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membikin akun. Untuk membeli motor alias untuk membeli aset-aset nan lain termasuk untuk langganan listrik. Jadi ini sedang kita pastikan semua," kata menteri nan berkawan disapa Gus Ipul itu, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut dapat menyebabkan family nan sebenarnya masuk kategori miskin alias prasejahtera justru terindikasi tidak memenuhi kriteria penerima bansos. Penyalahgunaan identitas dia anggap bisa saja dilakukan oleh personil keluarga, termasuk anak dari penerima bansos.

"Ada misalnya family nan tidak mampu, tertolak (bansos) lantaran KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain. Kedua ada juga kejadian nan main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya alias keluarganya," kata Gus Ipul.

Karena itu, Kemensos tengah melakukan pendalaman dan perbaikan info untuk memastikan kondisi sebenarnya dari penerima bansos. Pemerintah tidak mau masyarakat nan memang memerlukan kehilangan support hanya lantaran aktivitas alias penggunaan identitas nan dilakukan pihak lain.

"Jadi jika ada lansia, kemudian mungkin family nan sangat tidak mampu, tapi tidak menerima bansos lantaran terindikasi judol. Itu mungkin dimanfaatkan oleh keluarganya alias oleh orang lain. Untuk nan seperti ini sedang kita perbaiki, sedang kita dalami," kata Gus Ipul.

Gus Ipul menegaskan, andaikan hasil verifikasi menunjukkan penerima tetap memenuhi kriteria, bansos bakal tetap diberikan. "Tentu jika memenuhi kriteria, bansosnya bakal tetap kita salurkan," pungkas Gus Ipul.

Sebagaimana diketahui, pasangan lansia Dayat (77) dan Darmi (63), penduduk Dukuh Kayunan Barat, Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, tidak lagi menerima bansos setelah info mereka terindikasi mengenai aktivitas gambling online (judol). Padahal, keduanya mengaku tidak mempunyai telepon seluler.

Dayat dan Darmi sebelumnya tercatat sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan menerima bansos Rp600 ribu setiap tiga bulan. Namun, sejak awal 2026, support tersebut terhenti.

Di sisi lain, kondisi ekonomi pasangan lansia tersebut tergolong kurang mampu. Keduanya juga tetap tercatat dalam desil 1 DTSEN, golongan dengan tingkat kesejahteraan terendah.

(arj/arj) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News