Sidoarjo -
Komitmen Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana dalam mengurai kemacetan di area Gedangan terus diwujudkan. Pemkab Sidoarjo sekarang mempercepat pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan nan ditargetkan mulai dibangun tahun depan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Makhmud menyebut pihaknya telah menyelesaikan verifikasi info aktual para pemilik lahan.
"Untuk saat ini memang satu minggu nan lampau itu kami lakukan verifikasi info aktual para pemilik lahan, termasuk buktinya sertifikatnya itu kami lakukan minggu lalu. Nah itu sudah selesai," ujar Makhmud kepada detikcom, Senin (31/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selanjutnya, Pemkab Sidoarjo sekarang berkoordinasi dengan sejumlah lembaga nan mempunyai lahan di area pembangunan.
"Nah setelah itu kami berikutnya kami undang, di antaranya ada tanah-tanah nan milik Polsek, punya pemerintah desa, punya Dinkes, punya PDAM Surabaya. Kami undang sehingga itu kami koordinasikan, termasuk KAI dan BPJS," jelas Makhmud.
Makhmud menjelaskan bahwa sejumlah lembaga tersebut sekarang tengah mengumpulkan arsip nan diperlukan. Sementara untuk lahan milik warga, proses pengukuran peta bagian oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) mulai dilakukan.
"Nah nan instansi-instansi itu dalam proses pengumpulan dokumen, nah nan punya penduduk saat ini sudah mulai pengukuran peta bagian di BPN," ujarnya.
Setelah peta bagian selesai, Pemkab Sidoarjo bakal melanjutkan proses appraisal. Proses tersebut diharapkan dapat rampung dalam waktu secepatnya.
"Nah setelah peta bagian BPN kelak angan kami seminggu dua minggu maka selesai, kami lakukan appraisal penentuan nilai dari pihak ketiga," ungkap Makhmud.
Ia menegaskan proses pembebasan lahan untuk pembangunan Flyover Gedangan terus berjalan. Pemkab Sidoarjo juga menyebut respons masyarakat terhadap proses tersebut sejauh ini positif.
"Alhamdulillah responnya mendukung, dan berkas juga begitu, begitu kami lakukan identifikasi itu semuanya secara umum sudah memberikan info mereka. Termasuk pengajuan itu kan kudu nan berkepentingan nan mengusulkan peta bidang, nah peta bagian baru kita appraisal," bebernya.
Pemkab Sidoarjo sendiri telah menyiapkan anggaran Rp 200 miliar dari APBD 2026 untuk proses tukar rugi lahan. Anggaran tersebut bakal ditambah Rp 200 miliar melalui APBD 2027 sehingga total Rp 400 miliar disiapkan unik untuk kebutuhan pembebasan lahan.
Untuk mempercepat proses tersebut, Pemkab Sidoarjo juga telah membentuk Tim Pengadaan Tanah nan berkoordinasi dengan BPN, tim penilai, serta konsultan hukum.
Makhmud memastikan pembangunan Flyover Gedangan ditargetkan mulai dilakukan pada tahun depan. Pemkab Sidoarjo bakal terus mengawal seluruh tahapan agar proyek tersebut dapat segera terealisasi.
"Tahun depan pembangunannya. Insyaallah kami terus berprogres," tuturnya.
Bupati Sidoarjo Subandi pun menegaskan koordinasi lintas sektor bakal terus diperketat agar proses pembangunan Flyover Gedangan bisa melangkah dengan lancar.
"Kami berupaya semaksimal mungkin. Tahun ini pembebasan lahan kudu rampung agar pembangunan bentuk jembatan layang bisa segera terwujud demi mengurai kemacetan kronis di area Gedangan," tegas Subandi.
(akn/ega)
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·