Langkah Mentan & Mendagri, Pastikan Beras tak Lagi Bebani Negeri

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Langkah Mentan & Mendagri, Pastikan Beras tak Lagi Bebani Negeri Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (15/6).(Dok. Kementan Humas)

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) memastikan kesiapan pangan nasional dalam kondisi kondusif dan menjadi aspek kunci dalam menjaga inflasi tetap terkendali. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan bahwa beras sekarang tidak lagi menjadi penyumbang utama inflasi nasional.

Berdasarkan info Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Mei 2026 secara tahunan (year on year) tercatat sebesar 3,08 persen, dengan inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,28%. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut bahwa inflasi pada momentum Iduladha tahun ini relatif lebih rendah dibandingkan periode Idulfitri.

“Untuk Mei 2026 inflasi month to month sebesar 0,28%. Komoditas pangan andilnya terhadap inflasi Mei juga tidak terlalu tinggi,” ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (15/6).

Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa stabilitas nilai beras telah terjaga selama dua tahun terakhir. Selain beras, komoditas strategis lain seperti daging ayam ras, daging sapi, gula pasir, dan telur ayam ras juga menunjukkan tren nan stabil.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, perihal ini membuktikan produksi pangan nasional semakin kuat. “Kita syukuri beras tidak lagi menjadi penyumbang inflasi utama,” kata Amran.

Meski demikian, Mentan mengakui adanya anomali nilai pada komoditas seperti bawang merah dan minyak goreng nan lebih dipengaruhi oleh aspek distribusi. Sebagai langkah antisipasi, Kementan mendorong pemerintah wilayah berbareng Bulog dan ID Food untuk mengaktifkan pasar murah secara masif.

“Kami minta seluruh gubernur dan bupati berbareng Bulog mengaktifkan pasar murah beras, ayam, dan telur. Harga ayam dan telur saat ini perlu support agar Bulog dan ID Food menjadi offtaker untuk menjaga keseimbangan harga,” tegas Mentan Amran.

Selain itu, Kementan berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meningkatkan gelombang konsumsi telur dan daging ayam dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi tiga kali sepekan. Langkah ini diharapkan menjadi instrumen kontrol nilai sekaligus membantu peternak lokal.

Mentan Amran juga menyatakan Indonesia telah mencapai status swasembada pangan merujuk pada standar FAO. Dari 11 komoditas pangan nan dikendalikan, delapan di antaranya telah swasembada. Dengan total produksi mencapai 73 juta ton dari kebutuhan 68 juta ton, nomor impor saat ini hanya berada di kisaran 4%.

Data Inflasi Mei 2026:

  • Inflasi Tahunan (YoY): 3,08%
  • Inflasi Bulanan (MtM): 0,28%
  • Komoditas Andil Inflasi: Cabai merah, minyak goreng, bawang merah, tomat, dan bensin.

Kementan optimistis sinergi antara penguatan produksi dan kelancaran pengedaran bakal terus menjaga stabilitas nilai pangan nasional serta melindungi daya beli masyarakat di masa mendatang. (RO/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia