Langkah BNPB Tangani Meluasnya Karhutla: Water Bombing hingga OMC

Sedang Trending 17 menit yang lalu
BNPB kerahkan heli water bombing dalam upaya pemadaman api via udara di TPA Jatiwaringin Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten (9/7/2026). Foto: Dok. BNPB

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan ribuan personel dan sejumlah armada udara untuk menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Brigjen Djohan Darmawan, mengatakan terjadi peningkatan titik api dalam beberapa hari terakhir, khususnya di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), dan Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Sejauh ini untuk Kalbar, Kalteng, dan Kalsel kita dalam BNPB sudah mengerahkan unit-unit water bombing, operasi modifikasi cuaca (OMC), maupun heli patroli,” kata Djohan dalam konvensi pers, Sabtu (22/8).

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto S.Sos., M.M., memberikan sosialisasi kepada penduduk terdampak gempa M 7,7 Flores di Desa Peozaka Ramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, Rabu (19/8/2026). Foto: Dok. BNPB

Di Kalbar, BNPB mengerahkan 10.010 personel untuk melakukan pemadaman, pendinginan, serta penyekatan wilayah terdampak kebakaran. Penanganan tersebut juga didukung 11 unit heli dan enam unit water bombing.

Lebih lanjut, Djohan menuturkan BNPB membuka dua pangkalan Satgas Udara di Kalbar, ialah di Pontianak dan Ketapang. Dari kedua pangkalan itu, sejumlah unit heli patroli dan water bombing digeser untuk memperkuat penanganan di wilayah terdampak, khususnya Ketapang, Kayong Utara, dan Kubu Raya.

Sementara itu di Kalteng, BNPB mengerahkan 10 unit helikopter nan terdiri atas tiga unit helikopter Bell, satu Caravan nan dapat digunakan untuk patroli maupun OMC, serta enam unit water bombing.

BNPB juga menyiapkan dua pangkalan, ialah di Bandara Tjilik Riwut dan Kabupaten Sampit, untuk mempermudah penanganan karhutla di sekitar wilayah tersebut.

Untuk Kalsel, menurut Djohan, BNPB mengerahkan sembilan unit helikopter dan sekitar 9.800 personel nan terdiri dari unsur TNI-Polri, Masyarakat Peduli Api, Manggala Agni, BPBD, swasta, dan unsur lainnya.

Djohan juga menjelaskan, luas lahan nan terbakar di Kalsel hingga saat ini mencapai sekitar 8.900 hektare.

Pesawat melakukan operasi modifikasi cuaca dengan tabur garam. Foto: Dok. BMKG

Sementara di Riau, BNPB mengerahkan tujuh unit helikopter Bell maupun Caravan untuk mendukung operasi pemadaman dan pendinginan karhutla. Penanganan tersebut dilakukan di area terbakar seluas sekitar 16.249 hektare dengan support 17.764 personel.

“Sejauh ini unit nan tergelar di Provinsi Riau ini sudah melakukan pemadaman dan pendinginan di kurang lebih area nan terbakar itu 16.249 hektare,” jelas Djohan.

Kemudian di Sumatra Selatan, BNPB mengerahkan sembilan unit Satgas Udara nan terdiri dari heli patroli, water bombing, dan OMC dengan jenis Caravan. Sebanyak 11.567 personel dikerahkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Di sini kami menggelar kurang lebih 11.567 personel, nan di dalamnya dari TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, BPBD, swasta, dan unsur-unsur nan membantu dalam pemadaman dan pendinginan di lokasi-lokasi terdampak di wilayah Sumatera Selatan,” terang Djohan.

Adapun luas lahan nan terbakar di Sumatra Selatan hingga 22 Agustus tercatat sekitar 1.926 hektare.

Sementara di Jambi, BNPB mengerahkan enam unit heli, nan terdiri dari heli Bell, satu Caravan untuk OMC, serta empat unit water bombing. Sebanyak 5.818 personel turut dikerahkan.

Secara keseluruhan, Djohan mengatakan jumlah heli dan Caravan nan dikerahkan di wilayah Kalimantan dan Sumatra mencapai 52 unit, dengan 30 unit berada di Kalimantan dan 22 unit di Sumatra.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan