Zen Teguh
, Jurnalis-Sabtu, 04 April 2026 |05:15 WIB

KSAD Jenderal TNI Rudini (kanan) disambut KSAD AS John Adams Wickham Jr di AS pada 1984. (Foto: Istimewa/Virgil Zurbruegg Jr)
JAKARTA – Sejarah militer Indonesia mencatat jabang bayi dari Kota Malang telah menjelma jadi seorang jenderal TNI AD paling dihormati. Bukan hanya pernah memegang tongkat komando tertinggi Mabesad, kelak dia juga awet berada di lingkaran elite Istana sebagai menteri dalam negeri.
Sosok tersebut Jenderal TNI (Purn) Rudini. Lahir di siang bolong tepatnya pada 15 Desember 1929 pukul 12.00 WIB, kelahiran anak ketiga dari pasangan Raden Ismangoen Poespohandojo dan Raden Ajoe Koesbandijah itu mengagetkan lantaran tak biasa.
“Rudini lahir dengan tubuh nan terbungkus ari-ari seperti anak gajah nan baru keluar dari rahim induknya. Itulah karena orantuanya menjuluki Rudini sebagai anak gajah,” tulis kitab riwayat hidup “Rudini: Potret Pengabdian Prajurit Angkatan Darat” nan diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat, dikutip Sabtu (4/4/2026).
Menurut Disjarahad, julukan itu bukan bermaksud menghina alias menjelekkan anak sendiri, melainkan corak ekspresi kasih saying. Terbukti, Rudini juga terkesan dengan julukan itu ditandai dengan banyaknya suvenir anak berbentuk gajah di rumahnya.
Dalam kepercayaan Jawa, jabang bayi nan lahir terbungkus ari-ari kerap dipersepsikan sebagai ‘anak ajaib’. Mereka diyakni bakal membawa peruntungan alias bakal menjadi ‘orang besar’.
Terlepas dari mitos tersebut, faktanya Rudini di kemudian hari memang menjadi salah satu tokoh nasional. Kariernya melesat hingga ditunjuk menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ke-14 periode 1983-1986.
Tampilnya Rudini sebagai orang nomor satu di Mabesad tidak datang tiba-tiba. Kemampuannya tertempa sejak kecil. Begitu pula kala menempuh pendidikan militer.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·