Lahan Sekolah Rakyat Kabupaten Landak Penuhi Syarat, Target Dibangun Oktober

Sedang Trending 47 menit yang lalu
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono audiensi dengan Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

Kementerian Sosial memproses usulan pembangunan Sekolah Rakyat dari Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, setelah pemerintah wilayah menyelesaikan persyaratan lahan nan sebelumnya menjadi kendala. Usulan tersebut ditargetkan masuk pada pembangunan Tahap III pada Oktober mendatang.

Hal tersebut dibahas dalam audiensi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dengan Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Karolin menjelaskan, usulan Sekolah Rakyat telah diajukan sejak 2025. Saat itu proses belum dapat dilanjutkan lantaran lahan nan disiapkan merupakan area rimba kota. Setelah penyesuaian tata ruang disetujui, pemerintah wilayah sekarang membawa seluruh arsip nan dipersyaratkan.

Lahan nan diusulkan mempunyai luas 9 hektare dan telah bersertifikat atas nama Pemerintah Kabupaten Landak. Lokasinya berada di pusat ibu kota kabupaten agar mudah dijangkau masyarakat, akses air hingga listrik memadai, serta dekat dengan jalan utama dan akomodasi kesehatan.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono audiensi dengan Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

"Kami memang mau lokasinya berada di tengah kota. Kalau gedung semegah itu ditaruh di tengah rimba kan sayang. Dan aksesnya jangan sampai sulit," ujar Karolin.

Kabupaten Landak nan berada di jantung Provinsi Kalimantan Barat mempunyai 400 ribu lebih masyarakat dengan tingkat kemiskinan 8 persen. Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), terdapat 9.802 penduduk pada Desil 1 dan 10.992 penduduk pada Desil 2.

"Kalau bicara perlu Sekolah Rakyat, kami termasuk salah satu kabupaten nan memang sangat memerlukan. Karena itu kami berambisi usulan ini dapat dipertimbangkan pada tahap pembangunan berikutnya," kata Karolin.

Agus Jabo memastikan kesiapan letak nan diusulkan, antara lain status kepemilikan lahan, akses menuju lokasi, kesiapan air dan listrik, hingga potensi musibah di wilayah tersebut. Karolin memastikan lahan telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah, berada di dekat jalan raya, mempunyai akses air bersih dan listrik, serta relatif jauh dari area rawan bencana.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono audiensi dengan Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

Agus Jabo mengatakan usulan Kabupaten Landak mempunyai kesempatan untuk diproses pada tahap pembangunan berikutnya lantaran seluruh persyaratan manajemen telah dinyatakan lengkap.

"Yang jelas syarat administrasinya sudah selesai. Berkasnya kelak diterima oleh Sekretariat Bersama SR untuk dikoordinasikan dengan Kementerian PU. Mudah-mudahan Landak bisa ikut tahap III nan rencananya memasuki proses tender pada Oktober," kata Agus Jabo.

Sementara itu, perwakilan Sekretariat Bersama Sekolah Rakyat Herman meminta Pemerintah Kabupaten Landak segera menuntaskan komitmen pematangan lahan agar proses berikutnya dapat melangkah sesuai jadwal.

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono audiensi dengan Bupati Landak Karolin Margret Natasa di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026). Foto: Dok. Kemensos

"Kalau bisa kesiapan pematangan lahannya ditandatangani hari ini," ujar Herman.

Menanggapi perihal tersebut, Karolin menyatakan Pemerintah Kabupaten Landak telah menyiapkan arsip nan dibutuhkan dan siap memenuhi komitmen tersebut.

"Kontur tanah di Kalimantan memang memerlukan pematangan lahan. Tapi kami siap membereskannya. nan krusial ketika kontraktor datang bekerja, kami siap mendukung semampu kami," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan