Lahan Rampung, Delapan Titik Sekolah Rakyat Permanen Mulai Dibangun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Delapan titik Sekolah Rakyat baru siap memasuki tahap pembangunan bentuk setelah proses penyediaan lahan dari masing-masing pemerintah wilayah dinyatakan selesai. Kepastian ini disampaikan Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), saat menerima audiensi perwakilan delapan kabupaten di Kantor Kemensos, Kamis (18/6).

Kedelapan wilayah itu adalah Kabupaten Tanggamus, Kabupaten Tangerang, Kabupaten Toba, Kabupaten Kudus, Kabupaten Malaka, Kabupaten Nias Selatan, Kabupaten Kolaka Utara, dan Kabupaten Mimika. Para bupati dan wakil bupati datang langsung untuk melaporkan kesiapan lahan, sebagian di antaranya telah melalui proses pengukuran dan verifikasi teknis.

Pada kesempatan tersebut, Gus Ipul menegaskan bahwa program ini dibangun di atas skema kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tanah disediakan oleh kabupaten/kota alias provinsi. Pembangunan dari APBN. Kepala sekolah diusulkan oleh kepala daerah. Ini kerja bersama, dari awal sampai pengawasan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6).

Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi, menyatakan lahannya telah siap secara prinsip dan memenuhi persyaratan untuk masuk ke tahap berikutnya.

"Kami telah menyiapkan lahan permanen untuk Sekolah Rakyat, apalagi juga untuk Sekolah Garuda. Secara prinsip, lahan untuk Sekolah Rakyat sudah siap," kata dia.

Bupati Mimika, Johannes Rettob, menyebut lahan nan disiapkan sudah memenuhi kriteria teknis dan menunggu tinjauan dari Kementerian PU.

"Kami sudah menyiapkan kurang lebih 8 hektare lahan nan flat dan tidak ada persoalan. Saat ini kami menunggu pihak PU untuk melakukan peninjauan," ucapnya.

Sementara Kabupaten Toba menghadapi sedikit hambatan. Bupati Effendi S. P. Napitupulu menyampaikan bahwa proses lanjutan sempat tertunda akibat musibah alam di wilayahnya.

"Kami sudah menyiapkan lahan untuk Sekolah Rakyat permanen dan telah mengukur kesiapan lahan tersebut. Namun lantaran adanya musibah alam di wilayah kami, Kementerian PU tetap menunda proses lanjutan," sebut dia.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Putri Sabrina Birton, menjelaskan bahwa penyediaan lahan dilakukan melalui kerja sama lintas sektor.

"Untuk lahan pembangunan permanen Sekolah Rakyat, kami sudah bekerja sama dengan Perhutani dan Brigif dengan luas kurang lebih 10 hektare," tuturnya.

Gus Ipul menambahkan bahwa saat ini 93 titik Sekolah Rakyat permanen nyaris rampung pembangunan fisiknya. Penambahan 8 titik baru ini bakal memperluas kapabilitas untuk menampung lebih banyak siswa dari family prasejahtera.

Program ini dirancang unik untuk menjangkau masyarakat miskin ekstrem, bukan melalui pendaftaran terbuka, melainkan penjangkauan aktif oleh pemerintah daerah. Gus Ipul menegaskan bahwa program kudu melangkah bersih tanpa praktik kolusi alias titipan.

"Program ini memang untuk mereka nan paling miskin. Presiden titip, jangan ada KKN, suap menyuap, jangan sampai ada titipan. Ini kudu betul-betul untuk mereka," imbuh dia.

Mekanisme penerimaan siswa pun berbeda dari sekolah pada umumnya. Calon siswa tidak mendaftar sendiri, melainkan dijangkau dan ditetapkan langsung oleh kepala daerah.

"Di Sekolah Rakyat tidak ada pendaftaran, nan ada adalah penjangkauan. Dijangkau dan ditetapkan oleh bupati alias wali kota, baru kita terima. Jadi sejak awal program ini sifatnya kolaboratif," pungkasnya.

(rir)

Add as a preferred
source on Google
Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional