Petugas BPBD Kabupaten Banjar berupaya memadamkan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di lahan gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (2/9/2026).(ANTARA/BAYU PRATAMA)
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memperkuat penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan. Meski pengerahan satuan tugas (satgas) darat dan udara telah dioptimalkan, sejumlah hambatan alamiah seperti karakter lahan gambut dan minimnya curah hujan menjadi tantangan utama di lapangan.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menjelaskan bahwa lahan gambut mempunyai karakter unik nan membikin api susah dipadamkan secara total. Api seringkali merambat di bawah permukaan tanah dengan kedalaman nan signifikan.
"Kalau sudah terbakar dengan kedalaman tertentu sampai 4-5 meter lebih di dalam tanah, ini menyebabkan sulitnya untuk dibasahi, dipadamkan apinya sampai sepadam-padamnya. Kita memerlukan air banyak," ujar Berton dalam konvensi pers di Jakarta, Kamis (3/9).
Kondisi Penanganan di Kalimantan Barat
Di Kalimantan Barat, tercatat 46 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai lebih dari 528 hektare, di mana 354 hektare di antaranya telah sukses dipadamkan. Satgas Darat mengerahkan 14.563 personel, didukung patroli udara dan dua armada water bombing nan telah mencurahkan 504 ribu liter air.
Namun, operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah ini tetap terbatas lantaran pertumbuhan awan hujan nan relatif kecil. Kondisi kabut asap juga telah menurunkan kualitas udara ke kategori rawan dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer, sehingga aktivitas belajar mengajar terpaksa dilakukan secara daring.
Tantangan di Kalimantan Tengah dan Selatan
Kalimantan Tengah mencatat titik api terbanyak dengan 72 titik dan luas lahan terbakar 739 hektare. Sebanyak 10.700 personel Satgas Darat difokuskan pada proses pendinginan lahan gambut agar api tidak muncul kembali ke permukaan.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, luas lahan terbakar mencapai 551 hektare. Kendala utama di wilayah ini adalah sulitnya akses menuju letak dan jauhnya sumber air dari titik api. BNPB mengerahkan lima armada water bombing nan telah mencurahkan 1,287 juta liter air. Akibat kabut asap, Dinas Pendidikan setempat telah menerbitkan info mengenai pembelajaran jarak jauh secara kondisional.
Data Karhutla Kalimantan (Per 3 September 2026):
- Kalimantan Barat: 46 titik api, 528 ha terbakar (354 ha padam).
- Kalimantan Tengah: 72 titik api, 739 ha terbakar (459 ha padam).
- Kalimantan Selatan: 31 titik api, 551 ha terbakar (103 ha padam).
Penanganan Karhutla di Kawasan IKN
BNPB juga memberikan perhatian unik pada penanganan karhutla di sekitar Ibu Kota Nusantara (IKN), tepatnya di Kabupaten Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara. Tercatat ada 61 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 400 hektare.
Penanganan di area IKN melibatkan kerjasama lintas unsur, mulai dari Otorita IKN, BPBD, TNI, Polri, hingga Manggala Agni. Untuk memperkuat pemadaman, BNPB melakukan reposisi helikopter dari Banjarmasin dan Papua menuju wilayah IKN.
"Kendala nan dihadapi adalah suplai air relatif susah untuk diperoleh dan akses ke letak juga relatif susah untuk dijangkau," pungkas Berton. BNPB memastikan seluruh upaya, baik darat maupun udara, bakal terus disesuaikan dengan kondisi spesifik di masing-masing wilayah terdampak.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·