Kunjungi Kepulauan Kanari, Paus Leo XIV: Kita Semua Migran

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
 Kita Semua Migran Paus Leo XIV.(Al Jazeera)

PEMIMPIN Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, menyampaikan pesan mendalam saat mengunjungi pusat penerimaan migran di Pulau Tenerife, Spanyol, Jumat (12/6). Dalam pidatonya, Paus menegaskan bahwa pada hakikatnya seluruh umat manusia adalah migran.

"Dalam makna tertentu, kita semua adalah migran, lantaran kita semua adalah peziarah dalam perjalanan menuju tanah air surgawi kita," ujar Paus Leo XIV di hadapan ratusan migran di Las Raices (The Roots), pusat penampungan nan menempati jejak barak militer.

Kunjungan ke Tenerife ini merupakan agenda penutup dari rangkaian perjalanan selama sepekan di Spanyol nan difokuskan pada nasib para imigran ireguler. Kepulauan Kanari, nan terletak di Samudra Atlantik, telah menjadi pintu masuk bagi puluhan ribu orang nan mencari kehidupan lebih baik di Eropa.

Kecam Perdagangan Manusia dan Sikap Abai

Paus asal Amerika Serikat tersebut menyerukan support lebih besar bagi para migran dan tindakan tegas terhadap para penyelundup manusia. Ia menyoroti rumor imigrasi nan saat ini menjadi perdebatan politik panas di beragam bagian dunia.

"Mari kita bantu membikin perjalanan ini lebih manusiawi bagi semua orang dengan berkontribusi dalam langkah apa pun nan kita bisa," tambahnya.

Sebelumnya, saat mengunjungi Gran Canaria pada Kamis, Paus mengutuk keras sikap indiferensi atau ketidakpedulian terhadap nasib migran. Ia melarungkan karangan kembang ke laut di pelabuhan Arguineguin untuk menghormati ribuan nyawa nan lenyap dalam upaya mencapai Kepulauan Kanari.

"Martabat manusia tidak mempunyai paspor," tegasnya di dermaga. Ia memberkati salib kayu biru pudar nan dibuat dari sisa perahu migran.

Ia juga memperingatkan ada 'monster' yang mengintai di lautan. Maksudnya, para pedagang manusia nan memperbudak wanita dan anak-anak serta mereka nan membiarkan kaum miskin tertelan oleh pemanfaatan akibat pengabaian.

Krisis Kemanusiaan di Jalur Maut

Berdasarkan info Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), nyaris 1.200 orang tewas alias lenyap dalam perjalanan dari Afrika menuju Kepulauan Kanari sepanjang tahun lalu. Hal ini menjadikan jalur tersebut sebagai salah satu rute migrasi paling mematikan di dunia.

Paus Leo XIV mengkritik kebijakan negara-negara Eropa nan semakin memperketat perbatasan di bawah tekanan golongan sayap kanan. Menurutnya, Eropa tidak bisa mengeklaim menjunjung martabat manusia jika membiarkan Laut Mediterania dan Samudra Atlantik menjadi kuburan tanpa nisan.

Kunjungan ini mendapat apresiasi besar dari para migran. Mohamed Amjahdi, seorang migran asal Maroko nan tiba di kepulauan tersebut saat berumur 17 tahun, menyebut kehadiran Paus sangat krusial di tengah momen kritis ini.

Setelah merayakan misa terbuka di pelabuhan Santa Cruz de Tenerife nan dihadiri puluhan ribu jemaat, Paus dijadwalkan terbang kembali ke Roma. Pada 4 Juli mendatang, Paus Leo XIV direncanakan mengunjungi Pulau Lampedusa di Italia, nan semakin mempertegas bahwa rumor migrasi merupakan pilar utama dalam masa kepausannya. (AFP/I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia