Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik pada Semester I 2026 tumbuh 69,4% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Capaian ini menunjukkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap ken(Dok.PLN)
PT PLN (Persero) menghadirkan promo spesial tambah daya listrik bagi masyarakat nan berjamu ke Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026. Melalui promo ini, pengguna berkesempatan meningkatkan kapabilitas listrik hingga 7.700 VA dengan nilai lebih irit 50 persen untuk mendukung kebutuhan pengisian daya kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di rumah. Promo ini bertindak hingga 9 Agustus 2026.
Untuk mendapatkan promo tersebut, pengguna cukup mengunjungi booth PLN di Hall 8 selama penyelenggaraan GIIAS 2026, melakukan check-in melalui aplikasi PLN Mobile, kemudian mengklaim e-voucher promo tambah daya nan tersedia.
Keikutsertaan PLN dalam GIIAS 2026 merupakan bagian dari support Perseroan terhadap pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Melalui penguatan prasarana pengisian daya, jasa digital terintegrasi, serta kerjasama dengan beragam pemangku kepentingan, PLN terus mendukung percepatan mengambil kendaraan listrik guna mendorong transisi daya nasional.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa penjualan kendaraan listrik pada Semester I 2026 mencapai 117 ribu unit alias tumbuh 69,4 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
“Satu dari setiap empat mobil penumpang nan dibeli oleh masyarakat Indonesia sudah terelektrifikasi. Padahal, lima tahun nan lampau nomor itu belum terbaca sama sekali,” ujar Agus.
Agus menambahkan, sebanyak 16 perusahaan perakitan kendaraan listrik sekarang didukung oleh 332 pemasok komponen dalam negeri nan didominasi industri mini dan menengah. Jumlah tersebut tumbuh 127 persen sejak program kendaraan bermotor rendah emisi dijalankan serta menyerap sekitar 195 ribu tenaga kerja langsung.
“Adapun level alias TKDN, kendaraan elektrik dalam catatan kami sekarang rata-rata berada pada kisaran 40–46 persen. Bahkan ada merek nan sudah bersertifikasi TKDN sampai 80 persen,” jelasnya.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan bahwa pertumbuhan kendaraan listrik perlu diiringi dengan pengembangan ekosistem nan semakin andal agar masyarakat semakin mudah beranjak ke mobilitas rendah emisi.
“PLN terus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik melalui penyediaan prasarana pengisian daya dan beragam kemudahan jasa bagi pelanggan. Melalui kerjasama nan erat dengan pemerintah, industri, dan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis mengambil kendaraan listrik bakal terus meningkat sehingga memberikan faedah bagi masyarakat, memperkuat ketahanan daya nasional, dan mempercepat transisi energi,” ujar Darmawan.
Selain menghadirkan promo tambah daya, PLN juga terus mempermudah pengguna melalui jasa Home Charging Services (HCS) nan memungkinkan pemasangan akomodasi pengisian daya di rumah secara mudah, praktis, dan nyaman.
Direktur Retail dan Niaga PLN, M. Fahrur Rozy mengatakan Hingga Semester I 2026, jumlah jasa HCS nan telah terpasang mencapai 92.112 unit. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem kendaraan listrik nan didukung kemudahan pengisian daya di rumah.
"Home charging menjadi salah satu representasi komitmen PLN memudahkan pengguna saat mengangkat kendaraan listrik. Komitmen ini sekaligus menjadi bentuk support PLN terhadap pengurangan emisi karbon," tegasnya.
Tak hanya menghadirkan kemudahan pengisian daya di rumah, PLN juga terus memperkuat prasarana pengisian daya publik melalui kerjasama dengan beragam mitra dalam pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU) di beragam wilayah Indonesia.
Hingga Semester I 2026, jumlah SPKLU nan telah beraksi mencapai 5.016 unit, SPKLU roda dua sebanyak 619 unit, dan SPBKLU mencapai 1.133 unit.
“Penguatan prasarana tersebut menjadi fondasi krusial dalam menciptakan ekosistem kendaraan listrik nan semakin andal, mudah diakses, dan bisa mendukung pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia,” pungkas Rozy. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·