Masyarakat dapat mengikuti akun IG @kulturabudaya nan bakal membagikan info terbaru, agenda kegiatan, dan beragam aktivitas selama program berlangsung.(Dok. Istimewa)
Suara tawa riang seorang anak wanita memecah keheningan pagi di bawah rimbunnya pepohonan. Ia berteriak antusias, meminta ibunya mengayunkan ayunan lebih tinggi lagi. Tak jauh dari sana, sepasang anak enak-enak bermain jungkat-jungkit di area kaulinan (permainan khas). Pemandangan ini bukan sekadar rekreasi biasa, melainkan bagian dari degub nadi kehidupan budaya nan dihidupkan kembali di jantung Kota Bogor.
Di sisi lain, suasana tenang tampak di deretan saung bambu. Sekelompok ibu-ibu terlihat konsentrasi menggoreskan canting di atas kain, belajar membatik dengan penuh ketelatenan. Sementara itu, di bale-bale bambu nan berdiri di antara replika rumah budaya Sunda, keluarga-keluarga berkumpul menikmati kuliner unik Pasundan. Semilir angin sejuk Kebun Raya Bogor (KRB) melengkapi pengalaman "ngariung" nan autentik.
Itulah gambaran mini dari KULTURA: Sunda Ngariung, sebuah penemuan eduwisata dari PT Mitra Natura Raya selaku pengelola Kebun Raya Bogor. Program ini datang sebagai terobosan untuk menggabungkan seni pertunjukan, pameran budaya, workshop interaktif, hingga kuliner tradisional dalam satu ekosistem edukatif nan inklusif.
Filosofi Silih Asih, Silih Asah, Silih Asuh
Mengusung tema "Sunda Ngariung", KULTURA jenis perdana ini mengangkat filosofi hidup masyarakat Sunda nan mendalam, ialah Silih Asih (saling mengasihi), Silih Asah (saling memintarkan), dan Silih Asuh (saling membimbing). Nilai-nilai ini diterjemahkan ke dalam beragam aktivitas nan membujuk visitor berinteraksi langsung dengan kekayaan budaya lokal.
Direktur Perseroan PT Mitra Natura Raya, Marga Anggrianto, menjelaskan bahwa KULTURA lahir dari pengembangan program Sunset di Kebun. Jika sebelumnya konsentrasi pada anak muda melalui seni dan edukasi, KULTURA sekarang dikembangkan menjadi intellectual property (IP) baru nan berfokus pada pelestarian budaya Nusantara secara berkelanjutan.
Catatan Redaksi: KULTURA: Sunda Ngariung berjalan setiap hari mulai 20 Juni hingga 12 Juli 2026, pukul 08.00–16.00 WIB di Area Kenari II, Kebun Raya Bogor.
Workshop Interaktif dan Pelestarian Keterampilan Lokal
Salah satu kelebihan program ini adalah keterlibatan aktif para pelaku imajinatif dan perajin lokal Jawa Barat. Pengunjung tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku budaya melalui beragam workshop, antara lain:
- Pembuatan Maket Bambu: Membuat miniatur Leuit (lumbung padi) berbareng MQ Art Bamboo.
- Workshop Membatik: Mempelajari motif unik Jawa Barat berbareng Batik Handayani.
- Seni Kertas: Workshop shrink paper berbareng Jelina Creative.
- Seni Merangkai Bunga: Sentuhan budaya Sunda dalam rangkaian kembang berbareng Cannie Gift & Florist.
Seni Pertunjukan dan Roadmap Budaya Nusantara
Setiap akhir pekan, KULTURA menyuguhkan atraksi seni nan menjadi daya tarik utama. Mulai dari pagelaran Wayang Golek dengan lakon ikonik seperti Gatot Kaca Gugur hingga Cepot Jadi Raja. Ada pula sendratari bertema legenda Sangkuriang, Hanoman Obong, hingga upacara budaya dan pagelaran angklung nan interaktif.
General Manager Event PT Mitra Natura Raya, Abi Irawan, menegaskan bahwa KULTURA dirancang sebagai platform jangka panjang. "Setelah Sunda Ngariung di tahun 2026, kami telah menyiapkan roadmap untuk mengangkat budaya Bali (2027), Kalimantan (2028), Betawi (2029), hingga perhelatan budaya Nusantara nan lebih luas pada 2030," ujarnya.
| 2026 | Sunda Ngariung (Jawa Barat) |
| 2027 | Budaya Bali |
| 2028 | Budaya Kalimantan |
| 2029 | Budaya Betawi |
Dengan perpaduan antara konservasi alam dan pelestarian identitas bangsa, KULTURA Sunda Ngariung diharapkan menjadi ruang bagi generasi masa depan untuk mengenal, mencintai, dan mewarisi kekayaan tradisi Nusantara di tengah modernitas. (DD/I-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·