Ilustrasi.(Magnific)
MANTAN Direktur Intelijen Nasional (DNI), Tulsi Gabbard, merilis serangkaian arsip rahasia nan mengungkap rincian baru mengenai peran Dr Anthony Fauci dalam pandemi covid-19. Dokumen tersebut menunjukkan ada upaya dari para pejabat untuk melindungi Fauci dari pengaduan whistleblower nan menuduhnya mendusta kepada Kongres mengenai riset gain of function.
Berdasarkan berkas nan dirilis pada Jumat (19/6) waktu setempat, Fauci diketahui berjumpa dengan sekelompok pejabat CIA pada 4 Juni 2021. Pertemuan ini terjadi hanya beberapa minggu setelah dia dengan tegas membantah di hadapan Kongres bahwa dirinya mendanai riset akibat tinggi terhadap virus korona di Wuhan, Tiongkok, kota nan menjadi titik awal penyebaran pandemi.
Fokus pada Teori Trenggiling
Dalam pengarahan kepada CIA, laporan ringkasan menyebut bahwa Fauci sangat mendalami spesifikasi penelitian sampel trenggiling di Wuhan Institute of Virology (WIV). Ia secara unik menanyakan jenis penelitian nan dilakukan intelektual Tiongkok pada musim gugur 2019.
Namun, arsip lain mencatat bahwa Fauci memberikan kesan seolah-olah dia tidak memantau riset trenggiling tersebut. Hal nan menjadi sorotan adalah Fauci tidak memberikan peringatan apa pun mengenai riset nan dia danai di laboratorium nan sama, termasuk pekerjaan oleh organisasi nirlaba EcoHealth Alliance nan memodifikasi setidaknya tiga virus korona kelelawar agar menjadi lebih menular pada manusia.
Catatan Penting: Dokumen tersebut memperjelas bahwa CIA sebenarnya sudah mengetahui ada staf WIV nan jatuh sakit pada akhir 2019, sebelum virus tersebut menyebar secara global.
Perlindungan dari Keluhan Whistleblower
Tak lama setelah pertemuan dengan CIA, Kantor Direktur Intelijen Nasional menerima keluhan whistleblower nan menuduh Fauci memberikan kesaksian tiruan kepada Kongres mengenai riset gain of function, pelanggaran nan dapat dihukum hingga lima tahun penjara.
Alih-alih merujuk kasus ini ke pengawas jenderal nan independen, DNI saat itu, Avril Haines, memutuskan untuk menyerahkan masalah tersebut kepada Sekretaris Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan (HHS), Xavier Becerra, nan merupakan sesama pejabat politik. Inspektur Jenderal sementara ODNI, Tamara Johnson, menyatakan dalam email bahwa keluhan tersebut dianggap tidak memenuhi standar kekhawatiran mendesak karena pernyataan tersebut dibuat oleh pejabat nonkomunitas intelijen.
Tuntutan Transparansi
Tulsi Gabbard, dalam pernyataan resminya, menegaskan bahwa rakyat Amerika berkuasa mendapatkan transparansi dan akuntabilitas setelah bertahun-tahun menghadapi sesuatu yang dia sebut sebagai ketidakejujuran dan penyensoran.
"Taktik nan digunakan untuk menyembunyikan kebenaran diambil langsung dari kitab pedoman deep state: pemimpin nan dipolitisasi seperti Dr. Fauci menutupi kesalahan mereka sendiri, memanipulasi intelijen, dan mendusta kepada Kongres," ujar Gabbard.
Rilis arsip itu muncul hanya sebulan setelah Fauci melewati pemisah waktu lima tahun untuk tuntutan pidana mengenai dugaan mendusta kepada Kongres. Meski demikian, pejabat Departemen Kehakiman dilaporkan tetap mempertimbangkan langkah norma alias hukuman lain mengenai peran Fauci dalam dugaan upaya penutupan info (cover-up) asal-usul pandemi.
Saat ini, lembaga seperti FBI dan Departemen Energi AS condong pada teori bahwa covid-19 kemungkinan besar berasal dari kebocoran laboratorium di Wuhan, teori nan awalnya sempat ditepis oleh Fauci dan sejumlah pejabat kesehatan lain. (New York Post/I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·