Kultum Ramadhan: Hikmah Zakat Fitrah dalam Islam

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

 Hikmah Zakat Fitrah dalam Islam

Ilustrasi.

JAKARTA - Salah satu tanggungjawab umat Islam adalah, kekayaan nan wajib dialokasikan untuk diberikan pada tertentu dengan sejumlah syarat nan perlu dipenuhi. Zakat pada umumnya terbagi dua, ialah amal maal dan amal fitrah.

Berikut kultum Ramadhan mengenai amal fitrah dan hikmahnya dalam islam, sebagaimana dilansir dari Nu Online.

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Hadirin rahimakumullah, secara definisi, amal fitrah merupakan kadar ukuran bahan makanan pokok tertentu nan wajib dikeluarkan seseorang nan memenuhi syarat tertentu. Syarat tersebut adalah Islam, tenggelamnya mentari di akhir bulan Ramadhan alias menemukan dua sisi bulan Ramadhan dan Syawal, terdapat lebihan makanan pokok untuk dirinya dan orang nan wajib dinafkahi pada hari raya dan malamnya, serta nan terakhir adalah merdeka.  

Dalil tanggungjawab amal fitrah adalah hadits nan berasal dari Ibnu Umar nan mengatakan bahwa Rasulullah saw mewajibkan kepada umat Islam mengeluarkan amal fitrah berupa satu sha’ kurma alias kacang sya'ir (jewawut).  

Al-Khatib As-Syirbini menjelaskan:

وَالْأَصْل فِي وُجُوبهَا قبل الْإِجْمَاع خبر ابْن عمر رَضِي الله عَنْهُمَا فرض رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم زَكَاة الْفطر من رَمَضَان على النَّاس صَاعا من تمر أَو صَاعا من شعير على كل حر أَو عبد ذكر أَو أُنْثَى من الْمُسلمين

Artinya: “Dalil tanggungjawab amal fitrah sebelum konsensus adalah khabar nan berasal dari Ibnu Umar ra nan menjelaskan bahwa Rasulullah Saw mewajibkan amal fitrah dari Ramadhan kepada umat Islam nan merdeka, hamba sahaya laki-laki alias wanita berupa satu sha’ kurma alias kacang syair (jewawut)”. (Al-Iqna', [Beirut, Darul fikr, tt], juz I, laman 226). 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com