Ilustrasi(Dok Pexels)
WAKIL Gubernur Sumatra Barat (Wagub Sumbar), Vasko Ruseimy menegaskan kuliner merupakan salah satu identitas krusial Sumbar nan mempunyai kekuatan besar untuk menarik visitor sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Menurutnya, kuliner tradisional kudu terus dijaga, dikembangkan, dan dipromosikan agar semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional.
“Peringatan 100 Tahun Jam Gadang bukan hanya tentang mengenang sejarah sebuah gedung ikonik, tetapi juga tentang merayakan kekayaan budaya nan hidup di tengah masyarakat. Salah satunya adalah kuliner tradisional Minangkabau nan menjadi kebanggaan kita bersama,” ujar Vasko saat menghadiri Festival Kuliner Tradisional nan digelar di area Jam Gadang, Kota Bukittinggi, Minggu (21/6).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 Tahun Jam Gadang sekaligus upaya memperkuat promosi budaya, pariwisata, dan ekonomi masyarakat berbasis kuliner tradisional.
Ia mengatakan, beragam makanan unik Minangkabau seperti rendang, sate Padang, lamang tapai, sala lauak, katupek gulai paku, hingga galamai merupakan warisan budaya nan mengandung nilai sejarah, filosofi, dan identitas masyarakat nan kudu terus diwariskan kepada generasi muda.
Menurut Vasko, sektor kuliner juga mempunyai peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, Pemerintah Provinsi Sumbar terus mendorong peningkatan kualitas produk, sertifikasi, pengemasan, digitalisasi pemasaran, hingga ekspansi akses pasar bagi para pelaku UMKM.
“Yang kita bangun bukan hanya festival, tetapi sebuah ekosistem. Ketika budaya, pariwisata, dan UMKM bergerak bersama, maka manfaatnya bakal langsung dirasakan oleh masyarakat,” katanya.
Vasko menilai Festival Kuliner Tradisional menjadi sarana nan efektif untuk memperkenalkan produk unggulan wilayah kepada visitor sekaligus memperkuat posisi Sumbar sebagai salah satu lokasi wisata kuliner terbaik di Indonesia.
Selain menyampaikan dukungannya terhadap pelestarian budaya dan penguatan UMKM, Vasko juga menunjukkan kedekatannya dengan masyarakat nan memadati area Jam Gadang. Didampingi sang istri, Dianita Maulin Vasko, dia turut menghibur visitor dengan membawakan sebuah lagu di atas panggung utama festival.
Penampilan pasangan tersebut disambut antusias oleh ratusan masyarakat nan hadir. Suasana area Jam Gadang pun semakin semarak ketika para visitor ikut menyanyi dan memberikan tepuk tangan meriah sepanjang penampilan.
Bagi Vasko, pagelaran kuliner ini tidak hanya menjadi ruang promosi produk dan tradisi lokal, tetapi juga momentum mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat melalui hubungan nan hangat dan penuh kebersamaan.
Menutup sambutannya, Vasko berambisi Festival Kuliner Tradisional dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya lokal sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata Sumbar di kancah nasional dan internasional.
“Kita mau warisan budaya ini tidak hanya bertahan, tetapi terus berkembang dan memberikan faedah bagi generasi hari ini maupun generasi nan bakal datang,” tutupnya. (YH/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·