Jakarta -
Kubu terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) nan dikenal sebagai 'sultan' Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro tak masalah dengan rencana pelaporan polisi oleh istri eks Wamenaker, Immanuel Ebenezer (Noel). Kubu Bobby mempersilakan laporan tersebut.
"Itu sih kewenangan mereka ya, jika mereka merasa tercemar alias merasa nama mereka tercoreng dalam persidangan ini, silakan. Kami tunggu," ujar advokat Bobby, Risky Nugroho di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Advokat Bobby lainnya, Hervan Dewantara mengatakan keterangan Bobby mengenai intimidasi nan diterimanya disampaikan di bawah sumpah di persidangan. Dia menyakini Bobby mempunyai dasar dalam menyampaikan keterangan tersebut.
"Tanggapan kami itu keterangan nan disampaikan di depan persidangan, di bawah sumpah. Kalau kita tidak mempercayai itu, keterangan mana lagi nan kudu dipercayai gitu. Jadi kita kudu memegang prinsip bahwa keterangan nan diberikan di dalam persidangan dan di bawah sumpah, itu keterangan nan kudu dianggap benar, sepanjang bisa dibuktikan sebaliknya," kata Hervan.
"Tambahan saya mungkin juga Pak Irvian Bobby menyampaikan itu pasti ada dasarnya ya, nggak mungkin beliau menyampaikan itu tanpa ada dasar dan tanpa ada bukti," tambahnya.
Hervan mengatakan Bobby sempat meneteskan air mata saat menyampaikan keterangan mengenai intimidasi ke ibunya tersebut.
"Bahkan dalam menyampaikan itu tadi di depan majelis hakim, saya mendengar Pak Bobby sempat meneteskan air matanya lantaran sampai dengan ibunya juga sempat dihubungi gitu, bukan hanya Pak Bobby saja tapi sampai ke ibunya, itu menurut keterangan Pak Bobby dalam persidangan," ucapnya.
Lebih lanjut, Hervan mengatakan momen Bobby menjadi saksi merupakan kesempatan untuk menyampaikan kejadian nan sebenarnya dalam perkara ini. Dia menyebut Bobby dikorbankan sebagai bumper untuk menerima duit non teknis mengenai pengurusan sertifikasi K3.
"Banyak perihal tadi, nan pertama, masalah satunya adalah bahwa rupanya Irvian Bobby itu bisa disebut sebagai bumper ya, tadi ada salah satu advokat nan menyampaikan apakah Saudara ini sebagai bumper alias orang nan dikorbankan untuk kebutuhan ketua ya, Irvian Bobby menjawab iya. Jadi beliau adalah orang nan dikorbankan untuk menerima uang-uang dari PJK3 nan mana itu untuk kebutuhan ketua salah satunya seperti itu," ujarnya.
Sebelumnya, Istri eks Wamenaker Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) Silvia Rinita Harefa membantah melakukan intimidasi ke ibu terdakwa kasus pemerasan sertifikat keselamatan dan kesehatan kerja (K3) nan dikenal sebagai 'sultan' Kemnaker, Irvian Bobby Mahendro. Silvia mengaku bakal mempolisikan Bobby mengenai pemberian keterangan tiruan di persidangan.
"Nggak ada saya intimidasi gitu. Jadi poinnya Bobby banyak mendusta di dalam persidangan, perihal nan mini aja dia kudu karang ketidakejujuran kan, sampai saya kudu dibawa-bawa gitu kan. Terus berasas info tersebut, rencananya saya bakal melaporkan ke polisi ketidakejujuran itu," kata Silvia Rinita Harefa di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Senin (20/4).
Silvia mengatakan hanya berkomunikasi sebatas perkenalan dan saling memberikan support saat berjumpa dengan ibu Bobby ketika kunjungan tahanan di Rutan. Dia membantah kesaksian Bobby nan menyebutnya menghubungi ibu Bobby agar Bobby tak mengatakan apa pun mengenai perkara ini.
"Aku nggak pernah ngomong, nggak ngomong kayak gitu cuma, 'Mih, udah, Mih, sebisa mungkin kita saling dukung saling support jangan saling memberatkan, nan udah di dalam udah jika bisa kita bantu agar kita ini kelak semua dapat balasan nan seringan-ringannya'. Udah itu aja," ujarnya.
Dalam sidang ini, Bobby mengatakan saat ini telah dipindah dari Rutan Merah Putih ke Rutan C1 gedung lama KPK. Dia menyebut istri Noel sempat menghubungi ibunya dan menyampaikan agar dia tak mengatakan apa-apa mengenai perkara ini.
"Ada lagi nan menyangkut dengan Terdakwa Immanuel ini nan mau Saudara sampaikan?" tanya jaksa.
"Terkait dengan info tambahan bahwa kemarin saya setelah sidang ini, saya dipindah Rutan, dari rutan Merah Putih saya dipindah ke Rutan C1 dan setelah dari sidang ini hari berikutnya adalah kunjungan. Dari kunjungan tersebut, orang tua saya dateng, ibu saya datang, dan menyampaikan bahwa beliau dihubungi oleh istri Saudara Immanuel dan meminta bahwa saya untuk tidak ngomong apa-apa," jawab Bobby.
Bobby mengaku menyampaikan ke ibunya bahwa dia bakal menyampaikan kejadian sebenarnya mengenai perkara ini di hadapan majelis hakim. Bobby mengaku sudah menerima intimidasi sejak berada di Rutan.
"Saya sampaikan ke ibu saya, bahwa 'mama tenang aja saya bakal menyampaikan apa yang, kebenaran nan sebenar-benarnya bakal saya sampaikan di depan majelis nan terhormat ini'. Jadi tekanan dan intimidasi nan diterima oleh saya sudah mulai dari sejak saya berada di Rutan," ujar Bobby.
(mib/dek)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·