Kualitas Udara Kalbar Masih Bahaya, Jarak Pandang di Bawah 1 Km

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan tetap rawan akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla). BNPB menyebut di Kalimantan Barat, kualitas udara tetap berada pada kategori rawan dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.

"Di Kalimantan Barat kita menemukan ada 46 titik api dengan luas terbakar sebesar 528 hektar lebih dan tim kita sukses memadamkan 354 hektar lebih dan kualitas udara tetap rawan dengan jarak pandang di bawah 1 km," kata Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan dalam konvensi pers dilihat YouTube BNPB, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan upaya pemadaman dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara. Dia mengatakan pihaknya telah sukses memadamkan lebih dari 352 hektare lahan.

"Sampai saat ini, sebagaimana kami sampaikan bahwa lahan gambut menyebabkan sulitnya kebakaran ini dipadamkan. Ini lantaran dipengaruhi gambut di mana jika sudah terbakar dengan kedalaman tertentu sampai 4, 5 m lebih di dalam tanah, ini menyebabkan sulitnya untuk dibasahi, dipadamkan apinya sampai sepadam-padamnya," paparnya.

"Kita memerlukan air banyak dan ini juga nan menyebabkan banyaknya asap di mana ini menyebabkan visibility alias jarak pandang nan sedikit," sambungnya.

Berton mengatakan panjangnya periode tanpa hujan di Kalimantan Barat menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Dia menyebut minimnya pertumbuhan awan hujan membikin proses pemadaman semakin sulit.

"Proses belajar mengajar tetap bersambung secara daring," ujarnya.

Lebih lanjut, BNPB mencatat 72 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 739 hektare. Sebanyak lebih dari 459 hektare telah sukses dipadamkan.

"Kualitas udara tidak sehat. Adapun jarak pandang hanya 2,8 km," katanya.

Meski begitu dia mengatakan aktivitas belajar mengajar sekolah di Kalimantan Tengah tetap melangkah seperti biasa. BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker dengan benar.

"Kegiatan belajar dan mengajar di sekolah tetap melangkah seperti biasa dengan tentu dianjurkan untuk menggunakan masker secara benar. Aktivitas masyarakat juga melangkah seperti biasa dan kami tetap menganjurkan untuk menggunakan masker," paparnya.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan terdapat 31 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 551 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 103 hektare telah sukses dipadamkan.

"Kualitas udara kategori sedang maupun tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 9 km," kata Berton.

Di Riau, kata dia, jumlah titik api telah menurun signifikan menjadi enam titik. Namun, luas lahan nan terbakar tetap mencapai 159 hektare dengan luas lahan nan sukses dipadamkan 39 hektar.

"Kualitas udara tetap kategori sedang sampai tidak sehat dengan jarak pandang di atas 9 km," katanya.

Di Jambi, BNPB mencatat tujuh titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 18,5 hektare. Sebanyak 15,5 hektare di antaranya telah sukses dipadamkan.

Dia mengatakan kualitas udara di Jambi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Sedangkan jarak pandang sekitar tiga kilometer.

Sementara itu, BNPB mencatat 61 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 400 hektare di Ibu Kota Nusantara (IKN). Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

(amw/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News