Tangguh Yudha
, Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2026 |17:10 WIB

Ilustrasi. (Foto: Ma'ruf El Rumi/Okezone)
JAKARTA - Layanan jemaah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tetap menjadi pekerjaan rumah terbesar dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Meski ada peningkatan, info Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat kepuasan jemaah terhadap jasa di Armuzna tetap merupakan nan terendah dibandingkan jasa di letak lainnya.
Berdasarkan hasil Survei Kepuasan Layanan Haji Indonesia (SKLHI) 2026, indeks kepuasan jasa di Armuzna mencapai 79,70 poin. Angka tersebut berada di bawah jasa di Madinah nan memperoleh 82,53 poin, Makkah 82,59 poin, dan Bandara 84,76 poin.
Menanggapi hasil tersebut, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan tantangan terbesar penyelenggaraan haji tetap berada di Mina. Menurutnya, keterbatasan kapabilitas area Mina menjadi aspek utama nan memengaruhi kualitas jasa bagi jemaah.
"Tantangannya di Mina. Semuanya di Mina tantangannya, lantaran Mina tempatnya relatif kurang dari separuhnya Arafah, sehingga diperlukan beragam terobosan untuk mengatasinya," sebut Irfan saat dijumpai di Kantor BPS, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Sebagai upaya mengurangi kepadatan di Mina, pemerintah pada penyelenggaraan haji 2026 telah menerapkan skema tanazul dengan memindahkan sekitar 20.000 jemaah dari tenda Mina ke hotel.
Menurut Irfan, kebijakan tersebut bakal terus dievaluasi dan berkesempatan diperluas pada penyelenggaraan haji tahun depan agar kondisi tenda di Mina menjadi lebih lenggang dan nyaman bagi jemaah.
"Kemungkinan tahun depan bakal kita tambah jumlah nan tanazul sehingga jumlah nan ada di tenda berkurang, sehingga tendanya kita harapkan lebih longgar. Itu nan kita lakukan," sebutnya.
(Rahman Asmardika)
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·