Jakarta, CNN Indonesia --
Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menegaskan bahwa Ulta Levenia Nababan sudah tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli Utama di Kantor Staf Presiden (KSP).
Penegasan ini disampaikan Dudung setelah pernyataan Ulta yang memantik kontroversi soal dugaan keterkaitan sejumlah kejadian alam dengan pihak tertentu, termasuk proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ulta sudah bukan di KSP lagi. Dulu dia di staf KSP sebagai tenaga mahir utama, tetapi sekarang sudah tidak. Dia sekarang salah satu deputi di Bakom," ujar Dudung di Gedung Bina Graha, Kamis (10/9).
Dudung menegaskan tidak ada indikasi keterlibatan pihak luar dalam rangkaian kejadian alam di Indonesia.
"Menurut saya, tidak dikaitkan dengan apalagi kepentingan dengan pihak luar dan sebagainya," tegas Jenderal (Purn) Dudung.
Ia berbicara kejadian alam nan terjadi belakangan ini merupakan bagian dari dinamika alam nan wajar dan telah dipelajari serta dipantau perkembangannya oleh para mahir di bidangnya
"Kalau masalah musibah alam, jika menurut saya itu dinamika alam lah ya, dan para mahir juga sudah mempelajari, kemudian memandang perkembangan saat ini. Tentunya, saya punya kepercayaan bahwa ini kan kehendak nan Kuasa, artinya memang dinamika alam sudah seperti ini," katanya.
Lebih lanjut, dia memastikan bahwa pernyataan nan disampaikan Ulta beberapa waktu lampau tidak lagi mewakili sikap maupun posisi resmi KSP.
"Jadi, bukan personil saya lagi itu," ujarnya.
(mnf/wis)
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·