
KSP Dudung Dengar Langsung Kritik Mahasiwa soal Ekonomi hingga MBG
JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman mendengar kritikan dan solusi langsung dari Mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang mengenai ekonomi, visi Indonesia Emas 2045 hingga pertimbangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dudung menegaskan pemikiran para mahasiswa berada pada level strategis nan sangat intelektual lantaran tidak sekadar mengkritisi permukaan masalah, melainkan membedah akar persoalan tata kelola agraria, krisis ekologi global, hingga ketepatan sasaran kebijakan makro pemerintah.
Mahasiswa pertama, Aldian Adam Faris dari Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehutanan, membuka ruang diskursus dengan melontarkan pandangan makro mengenai pentingnya diversifikasi pangan berbasis karakter lokal dan organisasi budaya (seperti di Papua).
Kritik intelektualnya menukik pada kejadian dunia di mana bumi tidak lagi sekadar mengalami perubahan suasana (climate change), melainkan telah memasuki fase krisis suasana (climate crisis) nan menakut-nakuti mutu tanah dan produktivitas lahan.
Ia mempertanyakan secara tajam izin dan komitmen pemerintah dalam memimpin transformasi struktural dari pola ekonomi ekstraktif menuju ekonomi berbasis ekologi (berkelanjutan) melalui pendekatan agroforestri demi menjaga biodiversitas rimba Indonesia.
“Apakah saat ini pemerintah telah mempunyai program-program nan mengarah pada transformasi tersebut, ialah mengurangi ketergantungan pada pola ekonomi ekstraktif menuju pembangunan nan lebih berkelanjutan, sehingga lingkungan tetap terjaga dan produktivitas pertanian juga dapat terus ditingkatkan?” tanya Aldian, dikutip Minggu (14/6/2026).
Dudung merespons dengan menyatakan kesepakatan penuh terhadap argumen teoritis tersebut. Kastaf memaparkan bahwa pemerintah terus menggeser orientasi pembangunan ke arah ekonomi restoratif.
"Pendekatan ekonomi restoratif dan pembangunan berbasis lingkungan kudu ditingkatkan. Jika tidak, persoalan ekologis bakal berbalik menjadi halangan absolut bagi ketahanan pangan kita di masa depan," tegas Dudung.
Secara teknis, kementerian mengenai tengah mengeksekusi program penyesuaian suasana nan konsentrasi pada manajemen air, pembangunan serta rehabilitasi prasarana irigasi massal, dan pengelolaan sumber daya alam nan memperhatikan kelestarian jangka panjang.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·