Jakarta, CNN Indonesia --
TNI Angkatan Darat (TNI AD) menyiapkan support tambahan untuk penanganan akibat gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT), terutama kebutuhan di lapangan seperti tangki air, perangkat kebersihan, hingga perangkat komunikasi Starlink.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan, support logistik dari beragam unsur pemerintah dan TNI sudah dikirim ke wilayah terdampak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TNI AD sekarang memantau kebutuhan nan belum tercukupi agar support tidak hanya berakhir pada pengiriman logistik.
"Semua [bantuan] sudah berjalan. Dari semua angkatan, kementerian sudah kirim logistik. Dari Angkatan Darat perlu ada komunikasi, kita kirim Starlink. Kadang-kadang orang lupa masalah perihal kecil, cangkul, sekop, ya. Masalah toren air, itu nan penting. Makanya kami memandang mana nan lain sudah cukup, kami lihat dari sisi lain," ujarnya di laman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Senin (17/8).
Maruli mengatakan, personel TNI AD nan berada di wilayah terdampak untuk sementara dinilai tetap mencukupi. Penambahan support bakal disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.
"Sementara ini nan dari sana sudah cukup, enggak ada masalah. Kita kelak lihat perkembangan," jelasnya.
Menurut Maruli, setelah logistik utama tiba, perhatian berikutnya diarahkan pada pengedaran serta pemenuhan kebutuhan teknis penduduk dan tim di lapangan.
"Sekarang kan logistik sudah sampai semua, tinggal distribusinya. Dengan hal-hal nan mereka perlukan. Misalnya kelak toren air, gimana Starlink-nya nyala bisa komunikasi, gimana mungkin untuk pembersihannya, cangkul, sekop, perangkat ini, tangki air. Itu kelak kita siapkan di sana," tegas Maruli.
Gempa bumi nan mengguncang NTT pada Sabtu (15/8) telah mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan di sejumlah wilayah.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 54 orang meninggal bumi dan ratusan orang lainnya mengalami luka-luka.
Tim SAR campuran tetap melakukan pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak, termasuk Kota Mbay dan wilayah Reo di Kabupaten Manggarai.
Di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, akibat gempa juga memicu gelombang air laut nan merendam 16 rumah penduduk Desa Bonea, Kecamatan Pasimarannu.
Sebagian penduduk telah kembali ke rumah setelah kondisi dinilai kondusif, meski sebagian lainnya tetap memperkuat di tempat nan lebih tinggi.
(del/asr)
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·