KSAD Tegaskan Tak Ada Penggusuran Sekolah demi Bangun Kopdes di Ende

Sedang Trending 1 jam yang lalu
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak saat ditemui usai rapat kerja berbareng Komisi I DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Jeni Ritanti/kumparan

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Maruli Simanjuntak, membantah berita nan menyebut personil Babinsa menggusur sekolah demi program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Maruli menegaskan berita tersebut tidak masuk logika dan perlu diklarifikasi lebih lanjut.

“Nggak itu, banyak buletin nan kudu kita klarifikasi, ya. Kayaknya enggak mungkin se-se ekstrem itu, ya. Masa ada sekolah ditiadakan seperti itu. Jadi memang hal-hal seperti ini kudu perincian satu-satu kita klarifikasi,” kata Maruli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6).

Maruli menilai mustahil sebuah sekolah nan telah terdaftar di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) tak bisa begitu saja ditiadakan.

“Menurut saya, enggak normal jika ada orang membubarkan sekolah, sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar di P&K. Mungkin, kelak kita coba cek,” ujarnya.

Ia juga menyebut tindakan semacam itu berpotensi melanggar hukum.

“Enggak ada, hanya sibuk di media aja kadang-kadang beginian begini. Tapi realistisnya, kan enggak mungkin ada sekolah nan sudah terdaftar di P&K, terus ditiadakan. Wah, ini bisa kena tuntutan norma dia,” lanjut Maruli.

Maruli mengaku belum mengetahui perincian kejadian tersebut dan berjanji bakal melakukan pengecekan lebih lanjut.

“Belum, belum. Nanti saya coba cek,” kata Maruli.

Petugas menata beragam produk kebutuhan pokok di Koperasi Desa Merah Putih Tegal Harum, Kecamatan Denpasar Barat, Denpasar, Bali, Kamis (30/4/2026). Foto: Nyoman Hendra Wibowo/ANTARA FOTO

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen Muhammad Nas juga telah memberikan penjelasan mengenai narasi viral di media sosial nan menyebut Babinsa lebih mengutamakan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) daripada sekolah di Desa Niawula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, NTT.

Nas menegaskan info nan beredar tidak sesuai kebenaran di lapangan. Ia menyoroti video viral nan disertai narasi soal dugaan penggusuran sekolah demi pembangunan koperasi desa.

“Bapak-Bapak dan Ibu-Ibu sekalian sudah pasti memandang kejadian di SD Niawula NTT. Ada katanya dipotong beritanya, videonya, ‘menggusur sekolah’. nan ancaman caption-nya, ‘Babinsa lebih mengutamakan Kopdes daripada sekolah’,” kata Nas dalam sambutannya di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (9/6).

Menurut Nas, dia langsung meminta penjelasan kepada jejeran Kodam mengenai video nan ramai beredar itu. Dari hasil penelusuran, kata dia, pembangunan KDMP tidak menggantikan sekolah.

“Bukan menggusur sekolah. Bukan Kopdes untuk menggantikan sekolah, bukan. Kopdes itu dibangun di belakang sekolah,” ujar Nas.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan