Kru Darmawangsa WO Ngaku Ikut Jadi Korban, Bantah Terlibat Dugaan Penipuan Owner

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Perwakilan crew Darmawangsa Wedding Organizer saat ditemui di Mapolda Jabar, Senin (8/6/2026). Foto: Abisatya/kumparan

Sejumlah kru Darmawangsa Wedding Organizer (WO) mengaku turut terdampak dalam kasus dugaan penipuan nan sekarang dilaporkan para korban ke kepolisian. Mereka menegaskan tidak terlibat dalam pengelolaan finansial maupun transaksi nan dilakukan oleh pemilik WO, Suci.

Salah seorang kru, Putri, mengatakan seluruh keputusan mengenai penerimaan pembayaran dari pengguna hingga pembayaran kepada vendor sepenuhnya dilakukan oleh owner Darmawangsa WO.

"Kami mau menjelaskan bahwa kami di sini tidak terlibat di dalam apa nan sekarang diduga dilakukan oleh owner Dharma Wangsa WO ini. Karena semua duit masuk itu pada dia sendiri, lampau hubungan dengan vendor, pembayaran dan lain sebagainya juga oleh beliau sendiri," kata Putri saat ditemui di Polda Jabar, Senin (8/7).

Menurutnya, para kru hanya menjalankan tugas operasional sesuai petunjuk nan diberikan, seperti mengatur pertemuan dengan klien, mempersiapkan kebutuhan pra-pernikahan hingga mendampingi aktivitas pada hari pelaksanaan.

"Kami hanya melakukan apa nan beliau instruksikan di dalam pekerjaan, seperti mengundang meeting, lampau juga mempersiapkan pre-wedding dan hari H," ujarnya.

Putri juga membantah adanya dugaan aliran biaya dari pengguna kepada kru. Ia menegaskan duit nan diterima kru hanya berupa honor pekerjaan sebagai tenaga freelance.

"Adapun jika ditemukan aliran biaya ke kami, itu hanya berupa bayaran kami di hari H nan sering kali juga terlambat dilakukan," katanya.

Meski tidak mengalami kerugian sebesar para calon pengantin dan vendor, para kru mengaku ikut menjadi korban lantaran tetap mempunyai tunggakan pembayaran dari pekerjaan nan telah mereka lakukan.

Karena itu, para kru memilih membantu proses pengungkapan kasus dengan memberikan keterangan kepada kepolisian dan mendampingi para korban nan tengah mengumpulkan bukti-bukti.

"Kami terus datang ke sini bantu mengawal kasus ini, kami memberikan keterangan juga ke kepolisian agar kasus ini bisa sigap ditangani," katanya.

Putri mengungkapkan, sebelum pemilik WO menghilang, sebenarnya sudah ada tanda-tanda masalah nan dirasakan para kru. Salah satunya adalah keterlambatan pembayaran honor nan terjadi berulang kali.

Menurut dia, honor nan semestinya dibayarkan pada hari penyelenggaraan aktivitas justru sering diterima beberapa minggu kemudian.

"Ketika kami kerja hari ini, nan dibayar oleh beliau itu pekerjaan kami bulan lalu," ujarnya.

Selain itu, para kru juga mengaku sempat didatangi sejumlah korban nan mencari keberadaan owner Darmawangsa WO. Hal itu terjadi lantaran pemilik WO disebut pernah menggunakan rumah orang tua salah satu kru sebagai letak pertemuan dengan klien.

"Suci ini mengaku rumah orang tua saya nan dia pakai untuk berjumpa sebagai rumah dia sendiri. Jadi terjadi banyak sekali kesalahpahaman antara pengguna dengan kami para kru," kata Putri.

Sementara itu, kru lainnya, Tita, mengungkapkan komunikasi terakhir dengan pemilik WO terjadi pada Rabu hingga Kamis pekan lalu. Saat itu mereka tetap membahas persiapan sejumlah aktivitas nan bakal berlangsung.

"Terkait acara. Tanggal 4 kebetulan ada event. Dia bilang mau berangkat ke Majalengka berbareng saudaranya," ujar Tita.

Pada Kamis pagi, komunikasi tetap berjalan mengenai pembayaran sejumlah kebutuhan vendor. Namun setelah itu nomor telepon nan biasa digunakan pemilik WO tidak lagi dapat dihubungi.

"Jam terakhir sekitar jam 3 sore. Setelah itu kami hubungi kembali, rupanya WhatsApp-nya sudah ceklis satu," katanya.

Malam harinya, para kru mendatangi rumah pemilik WO untuk mencari informasi. Namun family nan berkepentingan mengaku tidak mengetahui keberadaan Suci.

"Orang tua dan saudaranya juga tidak tahu, malah kembali tanya ke kami," ujar Tita.

Para kru berambisi laporan nan diajukan para korban dapat segera diproses sehingga keberadaan pemilik WO dapat diketahui dan persoalan nan muncul bisa segera diselesaikan.

"Harapan kami Suci segera ditemukan agar bisa mempertanggungjawabkan kasus ini sendiri. Karena kami para kru nan sejatinya hanya bekerja kepada dia malah ikut terbawa lantaran kelakuan dia sendiri," kata Putri.

Ia menambahkan, andaikan pemilik WO mempunyai itikad baik, maka langkah terbaik adalah menemui para korban dan mempertanggungjawabkan seluruh persoalan nan sekarang muncul.

"Intinya mempertanggungjawabkan apa nan dia lakukan," pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan