Kimi Antonelli Juara GP Monako 2026: Rekor Termuda dan Dominasi Mercedes

Sedang Trending 20 jam yang lalu
 Rekor Termuda dan Dominasi Mercedes Pembalap Mercedes Kimi Antonelli melakukan selebrasi usai menjadi juara GP Monako.(AFP/GABRIEL BOUYS)

SENSASI remaja Formula 1, Kimi Antonelli, terus mengukir sejarah dalam perjalanannya menuju kejayaan. Pada balapan nan berjalan Minggu (7/6/2026), pembalap Mercedes berumur 19 tahun tersebut resmi menjadi pemenang termuda dalam sejarah GP Monako, sekaligus menjadi pembalap Italia pertama nan memenangi lima balapan berturut-turut sejak 1952.

Dalam balapan nan diwarnai banyak penghentian (stoppage) dan drama bendera merah, Antonelli tampil sangat tenang. Ia memimpin sejak awal hingga garis finis, memastikan kemenangan absolut nan membawanya unggul 66 poin dari juara bumi tujuh kali, Lewis Hamilton (Ferrari), di klasemen sementara pembalap.

Dominasi di Tengah Kekacauan

Meskipun balapan sempat terhenti beberapa kali, termasuk standing re-start saat balapan menyisakan delapan putaran, Antonelli tetap tidak tergoyahkan.

"Sejujurnya, saya tidak terlalu antusias dengan adanya start ulang," ujar Antonelli. "Namun, begitu saya sukses melesat, saya tahu saya bakal mengamankan tikungan pertama dan menikmati sisa putaran terakhir."

Kemenangan ini menyamai rekor pribadi Lewis Hamilton nan pernah mencatatkan lima kemenangan beruntun. Hamilton, nan sekarang berumur 41 tahun, kudu puas finis di posisi kedua di sirkuit jalan raya Monte Carlo tersebut.

Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Isack Hadjar dari Red Bull, nan sukses naik podium meski berjuang melawan masalah kegagalan daya (power failure) sepanjang balapan.

Hasil Balapan GP Monako 2026 (Posisi Teratas)

Posisi Pembalap Tim Catatan
1 Kimi Antonelli Mercedes Pemenang Termuda Sejarah Monako
2 Lewis Hamilton Ferrari Menyamai Rekor 8 Podium Senna di Monako
3 Isack Hadjar Red Bull Podium meski hambatan mesin
4 Oscar Piastri McLaren -
5 Liam Lawson Racing Bulls Pencapaian pekerjaan terbaik

Nasib Buruk Para Juara Dunia

Berbeda dengan kegemilangan Antonelli, seri Monako kali ini menjadi mimpi jelek bagi beberapa nama besar. Max Verstappen (Red Bull) terpaksa tersingkir di awal balapan lantaran kerusakan mesin. Nasib serupa menimpa juara bumi bertahan, Lando Norris, nan mengalami masalah baterai pada mobil McLaren miliknya.

Drama juga terjadi di papan tengah. Sergio Perez, nan sekarang memihak tim baru Cadillac, nyaris mencetak poin pertama bagi timnya setelah finis di posisi ke-10. Namun, penalti 10 detik akibat pelanggaran kotak start (starting box infringement) melemparnya ke posisi terakhir.

Selain Perez, tujuh pembalap lainnya, termasuk Pierre Gasly, dijatuhi penalti lima detik lantaran melanggar pemisah kecepatan di jalur pit (pit lane speeding), nan secara signifikan mengubah susunan klasemen akhir balapan.

Pujian dari Sang Senior

Lewis Hamilton memberikan apresiasi tinggi kepada mantan timnya, Mercedes, dan suksesor mudanya tersebut.

"Saya kudu memberi selamat kepada Kimi dan Mercedes. Mereka telah memberikan mobil nan luar biasa, dan Kimi melakukan pekerjaan nan luar biasa setiap minggunya," kata Hamilton.

Meski sekarang memimpin klasemen dengan selisih poin nan cukup lebar, Antonelli tetap rendah hati.

"Tugas belum selesai. Musim ini tetap panjang. Kami bakal terus menekan dan mencoba meningkatkan standar performa kami," pungkas pembalap nan sekarang menjadi pusat perhatian bumi otomotif tersebut. (AFP/Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia