Penulis kitab 'Presiden Solusi', Dirgayuza Setiawan, mengungkap menulis kitab tersebut, jelang dua tahun genap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan ini mengatakan, kitab itu dibuat untuk menjawab persepsi publik nan menilai Presiden Prabowo tidak memahami persoalan di lapangan.
"Banyak para komentator di media sosial menyampaikan bahwa Bapak Presiden kita tidak mengerti masalah. Disampaikan presiden kita berjarak dalam masalah, dihambat untuk mengetahui masalah-masalah apa nan ada di lapangan. Dan kami memandang itu tidak benar," kata Dirgayuza dalam peluncuran dan bedah kitab “Presiden Solusi” di Jakarta Selatan, Senin (8/6).
Menurut Dirgayuza, dirinya berbareng Muhammad Qodari dan Agung Gumilar Saputra merasa mempunyai “beban sejarah” untuk mendokumentasikan proses pengambilan kebijakan Presiden Prabowo lantaran mereka memandang langsung kerja Presiden sehari-hari.
Ia mengaku terinspirasi dari kisah Ted Sorensen, penulis pidato Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy.
"Ted menuliskan bahwa, 'bagi orang-orang nan bekerja di instansi presiden, kalian mempunyai beban sejarah seperti apa nan saya alami dulu untuk menuliskan dan merekam sejarah ini'," ujarnya.
Dirgayuza mengatakan banyak pembahasan persoalan dalam rapat kabinet dilakukan secara tertutup sehingga memunculkan kesan Presiden tidak mengetahui masalah nan terjadi di masyarakat.
"Ketika sudah mau masuk bicara nan nggak enak-nggak enak, media diminta keluar. Akhirnya terciptalah persepsi itu presiden Prabowo tidak mengetahui masalah, padahal nan kita telaah dan kita saksikan sehari-hari Bapak Presiden kita bicara masalah," kata dia.
Selain itu, kata Dirgayuza, kitab tersebut juga dibuat lantaran publik dinilai belum memahami argumen di kembali beragam program pemerintah.
Ia menyebut masyarakat mengenal sejumlah program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Sekolah Rakyat, tetapi belum memahami persoalan nan mau diselesaikan melalui kebijakan tersebut.
"Publik belum memahami kenapa program-program itu lahir. Masalah apa nan mau dipecahkan dari masing-masing program," ujarnya.
Dirgayuza mencontohkan program Koperasi Desa Merah Putih nan disebut bermaksud memotong rantai pengedaran peralatan subsidi agar nilai di masyarakat tetap terkendali.
Karena itu, menurut dia, kitab “Presiden Solusi” disusun dengan format sederhana dan langsung menjelaskan masalah serta solusi nan diklaim dilakukan pemerintah.
"Di dalam kitab ini bukan kitab kebijakan publik pada umumnya, tidak ada teori-teori di sini. Langsung, apa nan dipermasalahkan dan apa nan disolusikan oleh Presiden, satu persatu di-before after-nya dan juga data-data statistik nan mendukung,” kata Dirgayuza.
Sementara itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari menyebut kitab tersebut juga dimaksudkan untuk menjelaskan arah pengelolaan ekonomi nan sedang dijalankan pemerintahan Prabowo.
"Nah semua itu ingin, semua itu mau dikoreksi oleh Pak Prabowo agar apa? Supaya pendapatan bagi bangsa dan negara ini menjadi lebih besar dan uangnya dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat," ujar Qodari.
Ia menilai langkah-langkah tersebut memunculkan perang opini lantaran menyentuh perubahan mendasar dalam pengelolaan ekonomi nasional.
"Saya mau katakan begini, Pak Prabowo ini bukan mustahil under attack, under siege, dalam kepungan," kata dia.
Qodari menyebut kitab “Presiden Solusi” mencatat sedikitnya 108 solusi alias kebijakan nan diklaim telah dijalankan pemerintahan Prabowo dalam sekitar 1,5 tahun pertama pemerintahannya.
Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Analisa Data Strategis sekaligus penulis ketiga kitab tersebut, Agung Gumilar Saputra mengatakan bahwa kitab tersebut dirancang untuk mudah dipahami dan diakses.
"Silakan dilihat sendiri untuk bukunya, kita desain, kita rancang agar mudah dipahami. Ini jangan sampai kebenaran tertutup oleh opini. Jadi kudu memandang secara keseluruhan kitab ini, bisa di-download, dan kami terbuka untuk masukan-masukan nan tentunya bakal membangun lebih baik lagi" kata Agung.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·