Kronologi Kasus Sate Maut Boyolali: 'Paket' dari Menantu Berujung Mertua Tewas

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Konferensi pers penetapan pengirim sate misterius sebagai tersangka di Mapolres Boyolali, Senin (8/6/2026). Foto: Dok. kumparan

Polres Boyolali telah mengungkap penyebab kematian Aminah (56) penduduk Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Boyolali usai makan sate misterius.

Kapolres Boyolali AKBP Indra Maulana Saputra, mengatakan hasil autopsi sate nan dimakan korban tersebut rupanya dicampur dengan racun tikus.

Pengirim sate dicampur racun tikus adalah menantu korban, Purwadi Wahyudi (40), penduduk Kartasura, Sukoharjo. Kini dia telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Ia menyebut kasus ini terungkap dari awal adanya kecurigaan family korban nan mendapatkan kiriman sate dari pengirim tak jelas.

“Pada keesokan harinya (19 Mei) korban ditemukan tewas oleh anaknya saat hendak menitipkan anaknya. Kondisi korban mulut berbusa dan ditemukan ayam piaraan korban ikut mati,” ujar Indra, Senin (8/6).

Berikut kronologis kasus tersebut:

18 Mei 2026

Pukul 18.16 WIB

Ilustrasi sate sapi. Foto: Shutterstock

Aminah mendapatkan kiriman sate ayam nan dikirim ojek online melalui jasa pengiriman barang. Mendapati kiriman sate ayam tersebut, korban menghubungi anaknya untuk menanyakan apakah nan mengirim sate itu alias tidak. Anak korban juga meminta sate dibuang dan tidak dimakan.

19 Mei 2026

Anak korban datang untuk menitipkan anaknya, namun ibunya tak kunjung membukakan pintu. Kemudian, anak korban, meminta tolong tetangga mendobrak pintu dan mendapati korban tergeletak dalam kondisi mulut berbusa. Pada saat berbarengan ditemukan ayam piaraan korban ikut mati.

“Saksi tetangga saat pemindahan korban mendapati mulut korban berbusa dan terbujur kaku. Saat berbarengan ditemukan ayam piaraan korban ikut mati,” ujar Indra

25 Mei 2026

Keluarga merasa janggal atas kematian korban, kasus ini pun dilaporkan ke Polres Boyolali. Keluarga juga mengusulkan permohonan ekshumasi (pembongkaran makam).

Usai pelaporan itu, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara dengan membawa bukti 13 tusuk sate, baju kena muntahan korban, dan satu ayam mati.

30 Mei 2026

Polisi eksumasi makam penduduk Boyolali nan tewas usai makan sate misterius. Foto: Dok. Polda Jateng

Polda Jateng melakukan ekshumasi makam korban dan kembali melakukan olah TKP di rumah korban.

3 Juni 2026

Menantu korban, Purwadi Wahyudi, kemudian diperiksa sebagai saksi lantaran diduga merupakan pengirim sate. Pemeriksaan berjalan selama 8 jam di Mapolres Boyolali.

“Kami periksa terduga pelaku pengirim sate pada korban sebagai saksi. Dan memeriksa 8 orang saksi,” kata dia.

7 Juni 2026

PW, menantu nan mengirim sate maut ke mertua di Boyolali. Foto: Dok. kumparan

Polda Jateng mengeluarkan hasil autopsi dari ekshumasi. Penyebab kematian lantaran racun tikus dicampur ke dalam sate nan dimakan korban. Purwadi pun ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

“Pelaku (PW) kami tahan atas kasus pembunuhan ini. Barang bukti diamankan berupa 13 tusuk sate, baju korban,dan buntang ayam. Pelaku terancam balasan seumur hidup,” pungkasnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan