
Kepala BPSDM Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan.
JAKARTA – Jumlah peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) nan meninggal bumi saat mengikuti Pelatihan Dasar Militer (Latsarmil) kembali bertambah pada Jumat (26/6/2026) menjadi lima orang. Berikut kronologi masing-masing kasus ini, sebagaimana dipaparkan oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan):
1. Yonanda Muhammad Taufiq – Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja
Pada Rabu (17/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, Yonanda mengikuti aktivitas pengenalan lingkungan di wilayah latihan Puslatpur Kodiklatad Baturaja dengan melangkah kaki berbareng peserta lainnya. Sekitar pukul 17.17 WIB, pembimbing menemukan almarhum mengalami penurunan kesadaran.
Yonanda kemudian dibawa ke Pos Kesehatan Satdik sebelum master memutuskan merujuknya ke RS dr. Noesmir Baturaja. Pukul 18.05 WIB, almarhum tiba di rumah sakit dan langsung mendapat penanganan medis.
"Meskipun telah dilakukan tindakan medis secara intensif, pada pukul 18.30 WIB master menyatakan almarhum meninggal bumi dengan pemeriksaan cardiac arrest (henti jantung)," ujar Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Pertahanan, Mayjen Ketut Gede Wetan.
2. Anisa Muyassaroh – Satdik Dodikjur Rindam VI/Mulawarman Balikpapan
Pada Kamis (18/6/2026), Anisa mengikuti aktivitas pembelajaran. Namun sekitar pukul 13.35 WITA, dia mengeluhkan sesak napas disertai mual.
Anisa sempat dievakuasi ke Pos Kesehatan Dodikjur sebelum dirujuk ke RST dr. Hardjanto Balikpapan pada pukul 14.05 WITA. Meski telah mendapat penanganan medis, kondisinya terus memburuk hingga hasil EKG pukul 18.51 WITA menunjukkan flat asystole.
"Pada pukul 19.00 WITA master menyatakan almarhumah meninggal dunia. Berdasarkan keterangan medis, penyebab kematian adalah heat stroke," jelas Ketut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·