KRL Priok Dipakai di Red Line, Anker Harap KRL INKA Cepat Beroperasi Lagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Jakarta -

KAI Commuter menggunakan rangkaian KRL line Jakarta Kota-Tanjung Priok untuk mengatasi kekurangan rangkaian KRL di lintas Jakarta-Bogor. Penumpang KRL alias sering disebut anak kereta (anker) berambisi KRL INKA bisa segera beraksi lagi untuk mengurangi kepadatan.

Hal itu disampaikan anker berjulukan Ridwan, nan merasa penambahan rangkaian belum berpengaruh mengurangi kepadatan penumpang di KRL rute Jakarta-Bogor. Dia berambisi KRL INKA nan terdiri dari 12 kereta bisa segera beraksi lagi.

"Kalau pagi biasanya jam 7 ya, itu tetap agak penuh sih. Soalnya kan nan dirawat ini kan kemarin nan sempat ambruk itu ya, nan INKA. Nah itu tetap ya belum keluar, itu tetap belum apa namanya, bisa mengangkut lebih banyak lagi," ujar Ridwan di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau nan sekarang kan dia mengandalkan kereta nan model eks Jepang ini tetap kurang, lantaran space-nya tuh agak sempit dibanding sama INKA, sama nan model China itu, nah itu lebih-lebih space-nya lebih lega," tambahnya.

Ridwan berambisi KRL model baru diperbanyak. Dia berambisi kapabilitas KRL nan lebih besar bisa mengurangi kepadatan di jam sibuk.

"Kalau bisa KRL nan baru-baru lagi model seperti INKA alias nan model China itu diperbanyak ya, nan model Jepang ini kan lantaran udah agak sempit ya space-nya ya. Lebih lebih baik kereta-kereta nan baru diperbanyak," ujar Ridwan.

Pengguna KRL lainnya, Dita, mengatakan suasana di dalam gerbong sangat padat saat ada pengurangan 17 perjalanan KRL Jakarta-Bogor pada 7-9 September. Dia mengatakan kepadatan mulai berkurang setelah rangkaian KRL dari rute Priok dipakai 'membantu' rute Jakarta-Bogor pada 10 September.

"Ada jika perbedaan. Sekarang tuh jika pagi tuh nggak terlalu padat," ujar Dita di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026).

Dita, nan rutin naik dan turun KRL dari Citayam ini, mengatakan saat ini waktu tunggu antarkereta sekitar 2-3 menit. Dia mengatakan waktu tunggu antarkereta mencapai lebih dari 5 menit ketika ada pengurangan perjalanan pada 7-9 September.

"Terus jika pulang per rangkaiannya tuh udah per sekian menit sekali tuh udah pasti ada kereta. Nggak kayak sebelumnya, jika sebelumnya tuh lebih 5 menit itu baru ada kereta lagi. Sekarang 3 menit sekali, 2 menit sekali udah pasti ada kereta lagi," ujarnya.

(haf/haf)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News