Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan politik di Somalia kembali memanas setelah baku tembak dahsyat meletus di pusat ibu kota Mogadishu pada Rabu (4/6/2026), sehari sebelum tindakan demonstrasi besar nan direncanakan golongan oposisi. Insiden itu terjadi di tengah sengketa mengenai masa kedudukan Presiden Somalia nan memicu krisis politik baru di negara Tanduk Afrika tersebut.
Mantan Perdana Menteri Somalia, Hassan Ali Khaire, menuduh pasukan pemerintah menyerang dirinya dan para pendukungnya saat mereka tengah mempersiapkan demonstrasi tenteram nan dijadwalkan berjalan pada Kamis.
Dalam unggahan di media sosial, Khaire menyatakan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh pasukan nan berada di bawah komando Presiden Somalia saat ini, Hassan Sheikh Mohamud.
"Serangan dilancarkan terhadap kami oleh pasukan nan dipimpin oleh presiden nan masa jabatannya telah berakhir," kata Khaire, dilansir Al Jazeera, Kamis (4/6/2026).
Ia menambahkan bahwa kelompoknya saat itu sedang mempersiapkan sebuah "demonstrasi damai" nan bakal digelar keesokan harinya.
Khaire juga secara langsung menyalahkan Mohamud atas kejadian kekerasan tersebut.
Adapun Somalia kembali terjerumus ke dalam krisis politik setelah Mohamud mengumumkan bahwa masa jabatannya diperpanjang selama satu tahun, meskipun secara resmi masa kedudukan tersebut berhujung pada 15 Mei lalu.
Keputusan itu langsung memicu penolakan dari golongan oposisi dan sejumlah pemimpin wilayah nan menilai langkah tersebut tidak sah. Demonstrasi besar direncanakan berjalan pada Kamis sebagai corak protes terhadap keputusan tersebut.
Menjelang tindakan itu, Khaire apalagi memindahkan aktivitasnya dari area Green Zone nan dijaga ketat di sekitar airport Mogadishu menuju kediamannya di pusat kota agar dapat berperan-serta langsung dalam demonstrasi.
Namun situasi berubah tegang ketika bentrok bersenjata pecah di sekitar letak tersebut.
AFP melaporkan suasana mencekam di distrik Howl Wadaag, area dekat rumah Khaire. Rekaman video menunjukkan penduduk berlarian dalam kepanikan sementara bunyi tembakan keras terdengar di beragam arah.
Sejumlah saksi mengatakan mereka memandang pasukan oposisi bersenjata berantem dengan abdi negara kepolisian Somalia.
Salah seorang saksi mata berjulukan Saleban Mahad menggambarkan intensitas bentrok nan terjadi.
"Aksi penembakan berjalan selama sekitar 15 menit sebelum mereda. Mereka apalagi menggunakan RPG [granat berpeluncur roket], dan bunyi ledakannya terdengar di seluruh lingkungan sekitar," katanya.
Di kembali meningkatnya ketegangan, Presiden Mohamud sebenarnya tengah berupaya mendorong Somalia menuju sistem pemilu nan lebih demokratis. Pemerintah mau meninggalkan sistem politik lama nan selama ini bertumpu pada para tetua klan sebagai penentu proses politik nasional.
Mohamud berdasar bahwa dirinya memperoleh tambahan masa kedudukan selama satu tahun setelah parlemen mengesahkan konstitusi baru pada Maret lampau nan menjadi kerangka norma bagi penyelenggaraan pemilu mendatang. Namun penerapan rencana tersebut menghadapi beragam hambatan.
Adapun Somalia tetap terpecah oleh rivalitas antarklan nan kuat, sementara sebagian wilayah negara itu tetap berada di bawah pengaruh golongan bersenjata Al-Shabaab nan berafiliasi dengan jaringan Al-Qaeda.
Kondisi tersebut membikin kemajuan penyelenggaraan pemilu nasional melangkah sangat lambat dan hanya terlaksana di beberapa wilayah terbatas.
Bagi oposisi dan sejumlah pemimpin regional, langkah Mohamud dipandang sebagai upaya untuk memusatkan kekuasaan di tangan pemerintah pusat.
Meningkatnya ketegangan politik Somalia juga telah menarik perhatian organisasi internasional.
Sejumlah negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris, berupaya memediasi perbincangan antara pemerintah dan golongan oposisi. Namun hingga sekarang beragam upaya tersebut belum membuahkan hasil nan signifikan.
Ketidakmampuan kedua kubu mencapai kesepakatan membikin situasi politik Somalia makin rentan menjelang demonstrasi besar nan direncanakan berjalan di ibu kota.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·