Krisis Demografi China: Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia

Sedang Trending 1 jam yang lalu

 Pemerintah Dorong Gerakan Lansia Merawat Lansia

Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

BEIJING - Krisis demografis China tahun ini masuk semakin dalam ke fase nan lebih rentan ketika Beijing meluncurkan inisiatif perawatan lansia nasional baru. Inisiatif ini tidak berjuntai pada ekspansi jasa kesejahteraan profesional, tetapi mendorong para pensiunan muda untuk merawat penduduk tertua di negara itu.

Dipresentasikan oleh otoritas China sebagai solusi berbasis organisasi nan inovatif, program nan disebut "perawatan lansia saling membantu" ini dengan sigap menuai kritik dari para analis dan pengamat kebijakan sosial nan beranggapan bahwa inisiatif tersebut mencerminkan tekanan finansial nan meningkat dan kelemahan struktural di dalam sistem kesejahteraan China nan menua.

Kerangka kebijakan, nan diperkenalkan berbareng pada akhir April oleh Kementerian Urusan Sipil China dan 10 departemen negara lainnya, mengusulkan jaringan pusat support berbasis organisasi nasional di mana para pensiunan nan relatif sehat berumur 60-an bakal membantu penduduk lanjut usia dengan perawatan harian dasar dan support sosial.

Dilansir Hamrakura, Sabtu, (6/6/2026), menurut rencana resmi nan dipublikasikan melalui media pemerintah, Beijing bermaksud untuk membangun akomodasi perawatan lansia berbasis saling bantu di 70 persen organisasi perkotaan dan pedesaan pada tahun 2030, sebelum menciptakan sistem nasional nan lebih terinstitusionalisasi pada tahun 2035.

Namun di kembali bahasa solidaritas organisasi terdapat realitas nan jauh lebih serius. China menghadapi salah satu transisi demografis tercepat di dunia, dengan nomor kelahiran nan menurun, populasi nan menua dengan cepat, kesenjangan pensiun nan semakin lebar, dan tekanan nan meningkat pada finansial pemerintah daerah.

Bagi banyak pengamat, kebijakan baru ini tampak kurang seperti ekspansi kesejahteraan dan lebih seperti upaya untuk mengalihkan tanggung jawab perawatan lansia dari negara ke organisasi nan sudah terbebani.

Titik Balik Demografi China

Skala penuaan populasi di China tercermin dalam info resmi terbaru nan dirilis oleh Biro Statistik Nasional. Hingga akhir tahun 2025, populasi penduduk berumur 60 tahun ke atas di China telah mencapai sekitar 323 juta jiwa, alias setara dengan 23 persen dari total populasi keseluruhan.

Pada periode nan sama, nomor kelahiran mencatat 7,92 juta kelahiran, dengan tingkat pertumbuhan masyarakat alami nan tetap berada di area negatif.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern China, penduduk negara berumur 65 tahun ke atas menyumbang bagian nan lebih besar dari populasi dibandingkan anak-anak berumur 14 tahun ke bawah. Angka-angka tersebut mencerminkan pembalikan demografi nan mendalam dan mengkhawatirkan.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com