Para demonstran dari serikat pekerja pertambangan menghadapi pasukan polisi saat mereka memprotes pemerintahan Presiden Rodrigo Paz di tengah krisis ekonomi dan bahan bakar nan sedang berlangsung, di La Paz, Bolivia, Kamis (14/5/2026). (REUTERS/Claudia Morales)
Bolivia saat ini sedang berada dalam pusaran krisis politik dan ekonomi nan hebat. Memasuki pertengahan Mei 2026, negara di Amerika Selatan ini nyaris lumpuh akibat gelombang tindakan mogok nasional dan blokade jalan nan meluas. (REUTERS/Claudia Morales)
Ketegangan ini melibatkan perseteruan segitiga antara pemerintahan Presiden Rodrigo Paz, faksi pendukung mantan presiden Evo Morales, dan serikat pekerja serta golongan masyarakat adat. (REUTERS/Claudia Morales)
Aksi protes besar-besaran nan dimulai sejak awal Mei 2026 ini dipicu oleh akumulasi ketidakpuasan rakyat terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan agraria nan kontroversial. (REUTERS/Claudia Morales)
Konflik meningkat tajam minggu ini. Menurut laporan otoritas setempat via Reuters, terdapat sedikitnya 38 titik blokade jalan utama nan tersebar di seluruh negeri. (REUTERS/Claudia Morales)
Kondisi semakin memanas dengan keterlibatan mantan Presiden Evo Morales. Morales, nan saat ini menghadapi perintah penangkapan atas kasus hukum, menggerakkan pendukungnya untuk melakukan “pawai panjang” dari Caracollo menuju La Paz guna mendesak Presiden Rodrigo Paz mundur. (REUTERS/Claudia Morales)
Kelompok masyarakat budaya berpengaruh, seperti Ponchos Rojos, serta serikat pembimbing telah berasosiasi dalam tindakan mogok nasional di wilayah strategis seperti El Alto dan ibu kota administrasi, La Paz. (REUTERS/Claudia Morales)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·