Krisis Air kian Parah di Sungailiat Bangka

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Krisis Air kian Parah di Sungailiat Bangka Kekeringan di Sungailiat, Bangka, kian parah, PDAM gencarkan distrbusi air dengan mobil tangki.(MI/Rendy Ferdiansyah)

KRISIS air bersih akibat musim tandus berkepanjangan di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), kian parah. Hal ini dipicu menyurutnya tiga sumber air baku milik PDAM Tirta Bangka.

Untuk itu, unik wilayah dataran tinggi, pengedaran air ke rumah-rumah berakhir total, sementara sebagian pengguna lainya hanya dilayani dua jam setiap hari.

Untuk kebutuhan sehari-hari, pengguna PDAM Tirta Bangka terpaksa mulai mengambil air dari sumur-sumur nan tetap ada air.

Iwan salah satu warga, Cokro, mengatakan sudah nyaris 10 hari air PDAM Tirta Bangka tidak mengalir, untuk kebutuhan mandi dan mencuci dia terpaksa mengambil air ke sejumlah lokasi.

"Kalau mandi dan cuci ambil air kolong, tapi jika masak minta ke sumur penduduk nan tidak kering," katanya, Kamis (22/10).

Sementara Rahmad, penduduk lainnya, mengaku untuk kebutuhan air, dirinya terpaksa membeli ke jasa penjual air bersih seharga Rp100 ribu untuk satu tedmon ukuran 1 ton.

"Untuk cuci dan mandi, seminggu saya terpaksa keluarkan duit Rp100 ribu beli air," ujarnya, sembari mengaku selama ini menurut dia kebutuhan air sehari hanya berjuntai dari PDAM Tirta Bangka.

Menanggapi kian parahnya krisis air di Bangka, Bupati Bangka Fery Insani mengatakan dirinya sudah meminta PDAM Tirta Bangka mengerahkan semua truk tangkinya untuk mendistribusikan air ke pengguna terdampak.

"Sekarang ini PDAM Tirta Bangka sudah mulai mendistribusikan air ke Pelanggannya secara gratis, pada titik-titik nan ditentukan," kata Fery.

Ia mengimbau penduduk untuk berkawan air dalam sebulan ke depan, sembari berambisi bulan depan hujan sudah turun.

"Info BMKG minggu ketiga November itu sudah hujan, jadi masyarakat minta irit menggunakan air," pintanya.

Ia menerangkan berasas Informasi dari PDAM Tirta Bangka dari 15 Ribu pengguna ada 10 Ribu nan terdampak.

"Dari 10 Ribu pengguna terdampak ini, ada nan sudah tidak mendapatkan pengedaran air lagi, dan ada nan hanya dilayani satu kali sehari," imbuhnya.

Menurutnya saat ini kondisi tiga sumber air baku PDAM Tirta Bangka, dua di Merawang, dan satu di Kolong DAM Pemali sudah menyusut parah.

"Sumber air baku kita di tiga kolong itu tetap 20%, dan ini bakal terus menyusut, jika hujan belum juga turun," ujarnya.

Dampaknya, lanjut Fery, pengedaran air kepada 10 ribu pengguna jadi terganggu.(RF/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑