Krisis Air Bersih di Tasikmalaya Meluas, 42.697 Warga Terdampak

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Krisis Air Bersih di Tasikmalaya Meluas, 42.697 Warga Terdampak BPBD Kabupaten Tasikmalaya, memasok air bersih secara cuma-cuma diperuntukkan bagi 9.327 Kepala Keluarga (KK) alias 42.697 jiwa terdampak krisis air bersih di 35 Desa tersebar 22 Kecamatan.(Doc BPBD Kabupaten Tasikmalaya)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memasok air bersih secara cuma-cuma diperuntukkan bagi 9.327 Kepala Keluarga (KK) alias 42.697 jiwa terdampak krisis air bersih di 35 Desa tersebar 22 Kecamatan. Krisis air bersih semakin meluas, dipicu ada perubahan suasana dan kerusakan lingkungan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Roni AKS mengatakan, krisis air bersih di wilayahnya semakin meluas di 35 Desa tersebar 22 Kecamatan. Namun, memasok air dilakukan secara cuma-cuma kepada 9.327 Kepala Keluarga (KK) alias 42.697 jiwa lantaran musibah El Nino tahun ini makin kering.

"Petugas BPBD berbareng Damkar selama musibah El Nino memasok air bersih ke beragam pelosok dilakukan secara cuma-cuma kepada 9.327 Kepala Keluarga (KK) alias 42.697 jiwa terdampak krisis air bersih dan membikin 57 orang kelelahan. Akan tetapi, capek nan mereka lakukan terobati lantaran sudah melayani masyarakat," ujar, Roni AKS, Kamis (13/8/2026).

Menurut Roni, siaga darurat musibah nan ditetapkan hingga September 2026, BPBD, TNI, Polri, Perumda Tirta Sukapura, Arta Galunggung, Dinsos, PMI, Paguyuban Tionghoa, FKPPI, PPM dan Daarut Tauhiid sudah memasok air bersih cuma-cuma mencapai 441.000 liter. Namun, pengiriman air bakal terus dilakukan lantaran BPBD sudah menerima 53 surat permohonan bagi penduduk terdampak krisis air bersih.

"Bencana el nino nan terjadi membikin banyak penduduk di pelosok pedesaan sudah semakin parah dan paling tinggi di Kecamatan Bojonggambir, Tanjungjaya, Karangnunggal, Sukarame, Mangunreja serta nan lain terdampak. Akan tetapi, pengambilan air berasal dari Perumda Tirta Sukapura, Desa Cijoho, Kecamatan Leuwisari mengingat sumber lain sudah menyusut," katanya.

Sementara itu, Yusuf, penduduk Tanjungjaya mengatakan, krisis air bersih nan terjadi selama ini membikin cuaca semakin panas, gersang, berdebu dan penduduk hanya berambisi bisa mendapat support air. Namun, perubahan lingkungan di setiap wilayah di Tasikmalaya membikin banyak lahan kering termasuk pertanian kandas tanam maupun kandas panen.

"Pemkab Tasikmalaya bulan ini meraih predikat udara terbersih se Indonesia dan ini sangat miris bagi masyarakat. Karena, kondisi musim tandus nan terjadi justru krisis air bersih melanda penduduk lantaran di satu sisi udara panas, berdebu dan lahan kering sangat dirasakan serta kebakaran lahan sudah beberapa kali terjadi di Kabupaten Tasikmalaya," pungkasnya. (AD)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia