KPU menggelar rapat kerja berbareng Komisi II DPR pada Senin (15/6). Rapat membahas rencana aktivitas hingga anggaran 2027. Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda memimpin langsung rapat. Ia didampingi Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf.
Ketua KPU Moch Afifuddin dalam paparannya membeberkan pagu sugestif untuk 2027 sebesar Rp 4.682.174.613.000.
Rinciannya, terdiri dari Rp 2.264.281.016.000 untuk shopping operasional pegawai, Rp 988.753.597.000 untuk shopping operasional instansi dan Rp 1.429.140.000.000 untuk shopping non operasional.
Afif menyebut, shopping non operasional ialah untuk Pemilu 2029.
"Perlu kami sampaikan, catatan di sini bahwa shopping non operasional merupakan alokasi anggaran tahapan Pemilu 2029, jadi anggaran tahapan Pemilu 2029 sebagian sudah muncul pada tahun anggaran 2027 lantaran beberapa tahapan bakal kita laksanakan di tahun 2027," kata Afif di Gedung DPR, Senayan.
Afif menjelaskan, rincian tahapan Pemilu 2029 nan sudah melangkah sejak 2027. Total ada 6 kegiatan. Berikut daftarnya:
Perencanaan program dan anggaran serta penyusunan peraturan penyelenggaraan penyelenggaraan Pemilu sebesar Rp 339.916.646.000.
Pendaftaran dan verifikasi peserta Pemilu mulai dari aktivitas pendaftaran, pemberkasan hingga verifikasi berkas calon parpol. Total biaya dianggarkan Rp 464.347.213.000.
Pembentukan badan adhoc bakal dibentuk KPU tingkat kabupaten/kota. Anggaran untuk ini sebesar Rp 187.501.243.000.
Pemutakhiran info pemilih dan penyusunan info pemilih. Total anggaran nan disiapkan KPU Rp 239.382.133.000.
Penetapan jumlah bangku dan penetapan wilayah pemilihan. KPU menganggarkan aktivitas ini sebesar Rp 164.775.163.000.
Tahapan pencalonan presiden dan wakil presiden serta pencalonan personil DPR, DPD, DPRD provinsi hingga kabupaten/kota. Kegiatan ini dianggarkan Rp 33.217.602.000.
"Jadi artinya beberapa tahapan ini memang sudah kudu kita mulai di tahun ini dengan sementara mempedomani Undang-undang Pemilu nan ada termasuk tahapan-tahapan nan sebagaimana 5 tahun nan lampau dilakukan oleh KPU," kata Afif.
Terkait tahapan Pemilu, KPU membeberkan sejumlah catatan ialah sangat tergantung dengan UU nan berlaku. Terlebih ada usulan agar KPU mengembangkan Sistem Informasi untuk Pemilu 2029.
"Perkiraan kebutuhan kita (untuk Sistem Informasi KPU) mencapai Rp 12.500.000.000," ucap Afif.
4 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·