Jakarta - Empat orang nan mengaku-ngaku pegawai KPK ditangkap usai meminta duit ke Wakil Ketua Komisi III DPR, Ahmad Sahroni. Rupanya empat orang itu bukan pertama kali meminta duit ke personil DPR dengan mengaku dari KPK.
"Dari info awal nan kami terima bahwa peristiwa tadi malam alias apa, dengan mengaku-ngaku sebagai pegawai KPK kemudian dapat mengatur perkara, ini bukan nan pertama kali dilakukan oleh nan berkepentingan gitu ya," kata Jubir KPK Budi Prasetyo di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (10/4/2026).
Terkait info lebih lanjutnya, tetap menunggu pemeriksaan oleh kepolisian usai empat orang tersebut diamankan. Kasus ini sendiri ditangani oleh Polda Metro Jaya.
"Jadi kelak kita tunggu proses pemeriksaan di sana seperti apa, hasilnya bagaimana, kita sama-sama hormati, kita tunggu," sebutnya.
Budi mengimbau masyarakat melapor jika mengalami peristiwa serupa ialah ada pihak nan mengaku dari KPK dan meminta-minta uang. Pelaporan bisa dilakukan ke polisi alias kepada KPK secara langsung.
"Oleh lantaran itu, jika masyarakat mengetahui adanya pihak-pihak nan mengaku bisa mengurus perkara di KPK, silakan bisa melaporkan secara langsung kepada KPK, bisa melalui Call Center KPK di 198, alias bisa melaporkan kepada abdi negara penegak norma setempat," tutur dia.
Sebelumnya, empat pegawai KPK abal-abal nan diduga memeras personil DPR Rp 300 juta ditangkap. Anggota DPR nan diduga diperas adalah Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni.
"Benar (korban Ahmad Sahroni)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto saat dimintai konfirmasi apakah betul nan menjadi korban adalah Ahmad Sahroni, Jumat (10/4/2026).
Sahroni melapor ke Polda Metro Jaya pada Kamis (9/4) malam setelah mengaku diperas. Polisi berkoordinasi dengan KPK dan sukses menangkap para pelaku.
"Iya, ini tetap didalami. Kami sampaikan kami sudah menerima satu laporan polisi dan ini tetap bakal kami dalami apakah itu ada kaitan tentang laporan ataupun dugaan satu kesatuan tadi," ujarnya.
Sahroni juga membenarkan dirinya melaporkan dugaan pemerasan itu. "Benar sekali," ucap Sahroni saat dimintai konfirmasi. (ial/dek)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·