KPK Sita Mobil, Motor dan Sepeda Terkait OTT Pejabat Imigrasi Jakbar

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan setidaknya 4 unit mobil, 9 motor, dan 7 sepeda mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Rabu (3/6) malam.

Seluruh peralatan bukti tersebut diangkut ke Kantor KPK dengan support jasa kendaraan towing.

Barang-barang bukti nan diamankan kemudian disimpan di laman Kantor KPK.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ada juga valas alias mata duit asing ialah dolar Singapura (Sin$), dolar Amerika Serikat (US$), serta logam mulia emas nan diamankan KPK dari operasi senyap tersebut.

Sebelumnya, KPK secara maraton menggelar OTT di Jakarta Barat pada 2-3 Juni 2026.

Total belasan orang ditangkap dari aktivitas tersebut. Sebagian sudah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga saat ini, KPK juga tetap mencari keberadaan Wakil Menteri Imigrasi Silmy Karim mengenai operasi tangkap tangan itu.

Sembari meminta nan berkepentingan kooperatif, tim penindakan KPK juga tetap bergerak di wilayah Jawa Barat dan Bali.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menuturkan OTT tersebut berangkaian dengan pengurusan izin Warga Negara Asing (WNA) untuk tinggal di Indonesia. Saat dikonfirmasi apakah WNA dan pengacara ikut tertangkap tangan, Budi meminta publik untuk bersabar.

"Untuk detailnya nanti, ya, lantaran dalam proses pengurusan KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) ataupun KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap), WNA ini juga bisa menggunakan perantara untuk prosesnya. Nah, ini kelak kita bakal jelaskan konstruksinya dalam konvensi pers," tuturnya, Rabu (3/6).

Berdasarkan ketentuan Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), lembaga antirasuah mempunyai waktu 1x24 jam untuk menentukan status norma para pihak nan terjaring tangkap tangan tersebut.

(ryn/kid)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional