KPK Cecar Plt Wali Kota Madiun soal Permintaan Dana CSR ke Pengusaha

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencecar Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun Bagus Panuntun perihal permintaan biaya Corporate Social Responsibility (CSR) ke para pihak swasta dalam pemeriksaan hari ini.

"Untuk Plt Wali Kota didalami soal perencanaan dan permintaan biaya CSR nan dilakukan di Pemkot Madiun kepada para pihak swasta berangkaian dengan pengerjaan proyek-proyek di lingkungan Kota Madiun," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Senin (11/5) malam.

Pemeriksaan tersebut untuk melengkapi berkas perkara tiga orang tersangka, ialah Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, orang kepercayaan Maidi nan berjulukan Rochim Ruhdiyanto, dan Kepala Dinas PUPR Kota Madiun Thariq Megah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada hari ini, KPK juga memeriksa dua orang saksi lainnya. Mereka atas nama Plt Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun Agus Mursidi dan Sekretaris Dinas PUPR Kota Madiun Agus Tri Tjahjanto.

"Sedangkan untuk saksi dari PUPR ini didalami mengenai dengan izin-izin nan tidak kunjung diberikan dari dinas, dari Pemkot kepada para swasta nan tidak kunjung memberikan biaya CSR sesuai dengan jumlah nan diminta oleh Wali Kota Madiun," ucap Budi.

"Di mana dalam konstruksinya diduga wali kota ini menentukan jumlah nan kudu diberikan dari para pihak swasta nan mengerjakan proyek-proyek di Kota Madiun," sambungnya.

Budi menuturkan ada dugaan pengancaman andaikan biaya CSR tidak diberikan. Para pihak swasta diduga tidak mendapat proyek.

Maidi dan dua orang tersangka sudah dilakukan penahanan Rutan oleh KPK.

Kasus ini dibongkar KPK lewat Operasi Tangkap Tangan (OTT) nan dilakukan pada Januari 2026.

KPK menemukan dan menyita peralatan bukti duit tunai sejumlah Rp550 juta dalam operasi senyap tersebut.

Dari OTT itu pula KPK menemukan dugaan korupsi berupa permintaan fee publikasi perizinan di lingkungan Pemerintah Kota Madiun kepada pelaku upaya seperti hotel, minimarket, hingga waralaba.

Dalam proses investigasi berjalan, KPK sudah menggeledah banyak tempat. Di antaranya rumah pribadi Maidi, rumah pribadi Thariq, Kantor Wali Kota, serta sejumlah instansi dinas di Kota Madiun.

Banyak peralatan bukti diduga mengenai perkara seperti arsip hingga duit tunai sukses disita.

(ryn/isn)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional