Jakarta - Menteri Pelindungan Pekerjaan Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin menerima kunjungan delegasi dari Pemerintah Prefektur Miyazaki, Jepang, di Kantor KP2MI, Jakarta, hari ini. Pertemuan ini dalam rangka memperkuat sinergi penempatan Pekerjaan Migran Indonesia terampil, khususnya di wilayah Miyazaki.
Menteri Mukhtarudin menegaskan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian P2MI menjadi otoritas tunggal nan berfokus pada dua mandat utama, ialah peningkatan pelindungan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Sesuai pengarahan Bapak Presiden Prabowo, kami berkomitmen meningkatkan pelindungan dari sebelum, selama, hingga sesudah penempatan. Selain itu, kami konsentrasi meningkatkan kualitas Pekerja Migran agar bisa mengisi lowongan pekerjaan umum alias skilled worker di pasar global," ujar Mukhtarudin dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).
Mukhtarudin memaparkan Indonesia mempunyai modal besar berupa bingkisan demografi. Pada tahun 2025, usia produktif Indonesia mencapai 183 juta jiwa, dan diprediksi melonjak hingga 207 juta jiwa pada periode berikutnya.
Untuk mengoptimalkan potensi ini, pemerintahan Prabowo Subianto tengah menyiapkan ekosistem hulu melalui kerja sama dengan 12 kementerian/lembaga dan perguruan tinggi guna mencetak tenaga kerja berstandar kompetensi global.
Miyazaki: Potensi Besar untuk Sektor Formal
Pada pertemuan ini, Mukhtarudin menyambut baik kesempatan kerja di Prefektur Miyazaki nan diproyeksikan memerlukan ribuan tenaga kerja di sektor-sektor strategis, seperti Manufaktur, Pertanian, Kesehatan (Caregiver) dan Hospitality (Perhotelan).
Berdasarkan info sistem (Sisko-P2MI), sejak Januari 2025 hingga 8 Mei 2026, tercatat telah ada 30.835 penempatan di Jepang secara keseluruhan, di mana 105 penempatan di antaranya secara spesifik berada di Prefektur Miyazaki.
Menuju Kesepakatan Strategis (MoU)
Sebagai tindak lanjut pertemuan ini, kedua belah pihak tengah menyusun Memorandum of Understanding (MoU) nan mencakup, promosi pendidikan bahasa dan budaya Jepang. Kemudian, pendirian pusat konsultasi dan sistem berbagi info (information sharing) dan pemantauan dan pertimbangan kerja sama secara berkala.
"Kami berambisi MoU ini segera terealisasi dan diikuti dengan Plan of Action nan konkret. Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan 500.000 pekerja terampil melalui program upskilling nan dimulai tahun 2026 hingga 2029," ucap Mukhtarudin.
Mukhtarudin berambisi kerja sama dengan Prefektur Miyazaki dapat menjadi role model alias praktik baik (best practice) nan bisa direplikasi dengan prefektur lain di Jepang. Hal ini bermaksud untuk memperkuat hubungan ketenagakerjaan nan berkepanjangan antara kedua negara.
Respons Positif Pemerintah Miyazaki
Sementara itu, Gubernur Prefektur Miyazaki, Kohno Shunji mengapresiasi atas sambutan dari Kementerian P2MI. Dalam kunjungan perdana delegasinya ke Indonesia, dia mengaku terkesan dengan dinamika ekonomi dan besarnya potensi sumber daya manusia Indonesia.
Kohno memaparkan saat ini Miyazaki menghadapi tantangan demografi nan serius berupa penurunan populasi nan agresif. Hal ini berakibat langsung pada berkurangnya kesiapan tenaga kerja di beragam sektor jasa publik dan industri di Jepang.
"Populasi kami saat ini sekitar 1 juta jiwa, dengan jumlah penduduk asing sebanyak 10 ribu orang, di mana 3 ribu di antaranya adalah penduduk negara Indonesia. Kami berambisi ke depannya dapat menerima lebih banyak tenaga kerja dari Indonesia untuk mendukung pembangunan wilayah kami," ungkap Kohno.
Komitmen Percepatan Kerja Sama
Terkait usulan kerja sama formal, Kohno menyambut baik rencana penandatanganan MoU nan diajukan oleh Mukhtarudin. Ia berambisi kesepakatan tersebut dapat segera difinalisasi guna memberikan kepastian norma dan kenyamanan bagi para pekerja migran.
"Saya pribadi sangat senang mendengar usulan MoU ini dan mau agar prosesnya melangkah secepat mungkin. Ini adalah langkah awal nan sangat krusial untuk mempererat pertukaran sumber daya manusia antara Indonesia dan Jepang," imbuh Miyazaki.
Sebagai informasi, pada pertemuan ini, delegasi Jepang dipimpin langsung oleh Gubernur Prefektur Miyazaki, Kohno Shunji didampingi Wakil Ketua DPRD Miyazaki, Yamashita Kotobuki, serta Ketua Federasi Kamar Dagang dan Industri Miyazaki, Mera Mitsunori.
Sementara Menteri Mukhtarudin, didampingi, Dwi Setiawan Susanto (Dirjen Promosi), Ahnas (Dirjen Penempatan), Rinardi (Dirjen Pelindungan), dan Moh. Fachri (Dirjen Pemberdayaan).
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen dari kedua belah pihak untuk segera menindaklanjuti poin-poin obrolan ke dalam langkah nyata. Melalui sinergi antara visi besar Pemerintah Indonesia dalam mencetak 500 ribu tenaga kerja terampil dan kebutuhan mendesak Prefektur Miyazaki bakal sumber daya manusia berkualitas.
Kolaborasi ini juga diharapkan tidak hanya menjadi solusi atas tantangan ketenagakerjaan di Jepang, tetapi juga menjadi katalisator peningkatan kesejahteraan dan kompetensi dunia bagi Pekerjaan Migran Indonesia.
Adapun penerapan MoU nan bakal datang diproyeksikan menjadi standar baru dalam hubungan ketenagakerjaan nan saling menguntungkan dan berkepanjangan antara Indonesia dan Jepang.
Turut datang secara daring pada pertemuan tersebut, perwakilan KBRI Tokyo dan Direktorat Asia Timur Kementerian Luar Negeri. (akd/ega)
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·