Baznas RI Kirim 18 Dai untuk Dampingi Mualaf di Maluku

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Baznas RI Kirim 18 Dai untuk Dampingi Mualaf di Maluku Baznas dalam mendukung penguatan iktikad dan pembinaan masyarakat mualaf(Doc BAZNAS)

BADAN Amil Zakat Nasional (Baznas) RI berbareng Pondok Pesantren Modern Dzikir Al Fath Sukabumi kembali memperkuat sinergi dakwah melalui pelepasan 18 dai dalam Program Ustad Garis Depan (UGD) VIII. Para dai tersebut bakal bekerja di Pulau Buru, Maluku, guna memperkuat pembinaan dan pendampingan mualaf di wilayah tersebut.

Wakil Ketua Baznas RI, Zainut Tauhid Sa'adi, mengatakan bahwa program tersebut merupakan bentuk komitmen Baznas dalam mendukung penguatan iktikad dan pembinaan masyarakat mualaf, khususnya di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).

"Baznas berkedudukan sebagai jembatan nan menghubungkan para muzaki dengan mustahik. Salah satu golongan nan menjadi perhatian kami adalah mualaf dan fisabilillah. Karena itu, program kemitraan dakwah ini menjadi bagian krusial dalam menghadirkan faedah amal bagi masyarakat nan memerlukan pendampingan keagamaan," ujarnya dilansir dari keterangan resmi, Minggu (21/6). 

Menurut Zainut, kerjasama antara Baznas RI dan Ponpes Al Fath merupakan corak sinergi nan saling melengkapi dalam upaya memperluas jangkauan dakwah Islam. Ia mengibaratkan kerja sama tersebut seperti "gayung bersambut", di mana pesantren menyediakan sumber daya dakwah, sementara Baznas mendukung melalui program pemberdayaan dan pendanaan.

Ia menegaskan, para dai nan bekerja di lapangan kudu mengedepankan metode dakwah bil hikmah, ialah pendekatan dakwah nan dilakukan dengan kebijaksanaan, nasihat nan baik, serta perbincangan nan santun.

"Dakwah tidak dilakukan dengan langkah menghakimi alias menyalahkan. Tugas dai adalah merangkul, membimbing, dan mendampingi masyarakat dengan penuh kearifan agar mereka semakin memahami dan mencintai aliran Islam," katanya.

Zainut juga menekankan pentingnya memahami kondisi masyarakat nan menjadi sasaran dakwah. Menurutnya, pendekatan kepada masyarakat awam maupun para mualaf kudu dilakukan secara berjenjang dan penuh empati.

"Jika menghadapi masyarakat nan belum banyak mengenal aliran Islam, maka nan kudu dikedepankan adalah pendekatan nan humanis dan membangun kedekatan. Dai datang untuk membimbing, bukan menghakimi," tambahnya.

Melalui program ini, Baznas RI dan Ponpes Al Fath berambisi kualitas pembinaan mualaf di Pulau Buru semakin meningkat melalui beragam aktivitas pendidikan, pelatihan, serta pendampingan nan berkelanjutan. Selain memperkuat keagamaan para mualaf, program tersebut juga diharapkan bisa mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjadi contoh kerjasama dakwah bagi beragam lembaga di Indonesia. (Des)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia