Korut Tes Senjata 3 Hari, Rudal hingga Bom Klaster Diluncurkan

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Orang-orang menonton layar televisi nan menampilkan siaran buletin dengan cuplikan arsip uji coba rudal Korea Utara, di sebuah stasiun kereta api di Seoul pada 8 April 2026. Foto: Jung Yeon-je/AFP

Korea Utara (Korut) melakukan uji coba senjata selama tiga hari berturut-turut, termasuk peluncuran rudal balistik dan peledak klaster, mulai Senin (6/4) sampai Rabu (7/4).

Media pemerintah Korut KCNA pada Kamis (9/4) melaporkan, uji coba ini berjalan di tengah ketegangan nan belum mereda dengan Korea Selatan (Korsel), sekaligus menandai rangkaian tes senjata terbaru Pyongyang tahun ini.

Dalam rangkaian itu, Korut menguji rudal balistik jarak pendek, sistem rudal anti-pesawat mobile, hingga beragam senjata baru.

Militer Korsel sebelumnya juga mendeteksi peluncuran beberapa rudal balistik jarak pendek pada Rabu (8/4) serta proyektil tak dikenal sehari sebelumnya, menurut militer Seoul.

Salah satu rudal nan diuji apalagi dilaporkan bisa menempuh jarak lebih dari 700 kilometer, menurut militer Korsel seperti dikutip AFP.

Pemimpin Korut Kim Jong-un tidak dilaporkan menghadiri uji coba tersebut. Hingga kini, media pemerintah juga belum merilis foto resmi dari peluncuran tersebut.

Bom Klaster dan Senjata Baru

KCNA menyatakan rudal balistik taktis Hwasongpho-11 Ka nan diuji bisa membawa hulu ledak peledak klaster dengan daya hancur luas. Rudal tersebut disebut bisa menghanguskan sasaran di area seluas 6,5 hingga 7 hektare.

Bom klaster sendiri menjadi kontroversial lantaran menyebarkan banyak submunisi nan berisiko bagi penduduk sipil dalam jangka panjang.

Sebuah rudal balistik hipersonik jarak menengah baru saat dilakukan uji coba di letak nan dirahasiakan di Korea Utara, Senin (6/1/2025). Foto: KCNA/via REUTERS

Selain itu, Korut juga menguji sistem senjata elektromagnetik dan perangkat lain nan disebut sebagai aset strategis khusus. Pengujian ini pun menggunakan material berbiaya rendah untuk menguji performa maksimal mesin, menurut KCNA.

Sinyal ke Korea Selatan

Analis menilai uji coba ini menjadi sinyal penolakan Korut terhadap upaya Korsel memperbaiki hubungan.

Sebelumnya, Seoul sempat menyampaikan penyesalan atas kejadian drone sipil nan masuk ke wilayah Korut pada Januari, menurut AFP.

Pernyataan pada Senin (6/4) itu awalnya disebut sebagai langkah "bijak" oleh Kim Yo-jong, kerabat Kim Jong-un. Namun sehari kemudian, pejabat Korut kembali menyebut Korsel sebagai "negara musuh paling bermusuhan".

Kawasan Kaepong, Korut dilihat dari Odusan, Korea Selatan, Selasa (15/10) Foto: Jung Yeon-je/AFP

Analis Hong Tae-hwa menyebut langkah Pyongyang mencerminkan frustrasi mendalam terhadap Seoul.

"Dari perspektif pandang Korea Utara, pendekatan tenteram Korea Selatan tidak menghasilkan pencabutan hukuman maupun agunan keamanan," katanya, dilansir AFP.

Ia menambahkan Pyongyang saat ini belum tertarik untuk membuka perbincangan langsung dengan Seoul.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan