Korlantas Kerahkan Alat TAA untuk Olah TKP Kecelakaan Kereta di Bekasi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta -

Korlantas Polri mendukung penyelidikan kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat. Korlantas Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan ini dengan teknologi metode traffic accident analysis (TAA) untuk merekonstruksi kejadian secara detail.

Kasi Pullahjianta Subdit Laka Ditgakkum Korlantas Polri, Kompol Sandhi Wiedyanoe, menjelaskan pihaknya mempunyai dua jenis perangkat TAA nan digunakan untuk mendukung investigasi kecelakaan lampau lintas.

"Alat TAA kami ada dua, satu tetap dan satu portabel. nan tetap itu untuk merekam environment (lingkungan sekitar) secara 360 derajat, sehingga kita bisa memandang dan mengilustrasikan secara 3 dimensi dengan kualitas 4K," kata Kompol Sandhi dilansir situs Korlantas Polri, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sandhi menyebut hasil rekaman perangkat penyelidikan itu bakal menjadi perangkat bukti elektronik nan sah dan digunakan dalam proses investigasi lanjutan. Menurutnya, bukti itu nantinya juga bakal disampaikan kepada jaksa penuntut umum hingga pengadil dalam proses penuntutan dan persidangan.

"Itu merupakan perangkat bukti elektronik nan nantinya digunakan pada proses investigasi kecelakaan lampau lintas lebih lanjut. Hasilnya juga bakal disuguhkan kepada jaksa penuntut maupun pengadil sebagai dasar dalam proses penuntutan dan keputusan hakim," ucap Sandhi.

"Tentu kami dari Korlantas, khususnya kerja sama antara Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) dan Direktorat Keamanan dan Keselamatan (Ditkamsel), bakal berkoordinasi untuk mengevaluasi banyaknya kejadian nan melibatkan taksi hijau. Kami bakal lakukan pertimbangan terhadap perusahaan tersebut," tambahnya.

Dia berharap, kejadian ini juga menjadi momentum pertimbangan bagi seluruh pihak, termasuk operator perkeretaapian, agar memperkuat sistem keselamatan dan info di lapangan.

"Akibat dari kecelakaan ini saya percaya PT KAI bakal lebih solid dalam konteks sistem info mereka," imbuhnya.

Seperti diketahui, korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur bertambah menjadi 15 orang. Jumlah ini bertambah dari info sebelumnya nan mencapai 14 orang.

"Iya, 15 meninggal," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya Kombes Martinus Ginting di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri (RS Polri), Jakarta, Selasa (28/4).

(fas/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News