Korban Selamat Kebakaran Tebet Lompat dari Lantai 2 untuk Selamatkan Diri

Sedang Trending 58 menit yang lalu
Salman (23), Saksi Sekaligus Korban Selamat pada Insiden Rumah Terbakar di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Salman (23), salah satu korban selamat dalam kebakaran rumah dan kos di Jalan Rasamala II, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8) awal hari, menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri dengan melompat dari lantai dua.

Salman mengatakan saat kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, dirinya sedang tertidur di bilik kos. Ia terbangun setelah mendengar teriakan penunggu bilik sebelah nan menyebut terjadi kebakaran.

"Awalnya, waktu itu saya lagi tidur. Sekitar jam 3 tiba-tiba bilik sebelah saya tiba-tiba teriak kebakaran. Nah lampau saya kebangun lantaran di bawah juga apinya sudah gede, udah banyak asap," kata Salman saat ditemui wartawan di letak kejadian, Senin (24/8) siang.

Saat keluar kamar, Salman memandang api sudah membesar. Ia kemudian membangunkan penunggu lain sembari berteriak meminta pertolongan.

Kondisi Terkini Rumah Terbakar di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Salman berbareng dua penunggu kos lainnya kemudian mengambil peralatan krusial sebelum berupaya keluar dari bangunan. Karena api sudah membesar di area tangga dan bagian bawah, mereka memilih melompat dari lantai dua.

"Nah lenyap kebangun, kami langsung ke kamar, langsung ngambil peralatan nan krusial kayak saya ngambil langsung laptop sama tas langsung loncat dari samping. Nah setelah itu, lampau kami teriaklah kebakaran, minta bantuan," ujarnya.

Salman mengatakan tiga orang sukses melompat dan menyelamatkan diri. Sementara seorang penunggu lainnya terlambat keluar sehingga mengalami luka bakar dan dilarikan ke rumah sakit. Salah satu korban nan melompat juga mengalami keseleo pada kaki.

Ijazah Terbakar dalam Kebakaran

Kondisi Terkini Rumah Terbakar di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Dalam kejadian itu, Salman hanya sempat membawa laptop dan tas. Sejumlah peralatan miliknya, termasuk ijazah, ikut terbakar.

"Saya baru ngekos sini dua minggu, baru magang di sini," katanya.

Salman mengatakan dirinya mengetahui info kos tersebut dari seorang teman. Ia berasal dari Medan dan sebelumnya kuliah di Bandung sebelum mendapat penempatan magang di sebuah bank melalui program Magang Hub.

Ia mengaku berterima kasih dapat menyelamatkan diri, meski kehilangan barang-barang miliknya. Setelah kejadian, Salman mendapat support dari alumni sekolah untuk kebutuhan tempat tinggal dan perlengkapan.

Kondisi Terkini Rumah Terbakar di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

"Saya tentu sedih. Pertama saya ngasih berita ke keluarga. Tapi setelah apinya dipadamkan baru dapat berita ibu kosnya jadi korban sama nan kos, jadi agak sedih," ujarnya.

Dalam kebakaran tersebut, empat orang meninggal dunia. Tiga di antaranya merupakan satu family nan tinggal sekaligus menjadi pemilik rumah, ialah Rini Astuti (68), Sugi Hartono (77), dan Reza Ponti Wicaksana (40). Satu korban lainnya merupakan penunggu kos nan belum diketahui identitasnya.

Salman mengatakan dirinya mengetahui tiga personil family pemilik rumah turut menjadi korban setelah kebakaran dipadamkan. Menurutnya, kondisi bagian bawah gedung membikin penunggu di area tersebut kesulitan menyelamatkan diri.

Kondisi Terkini Rumah Terbakar di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (24/8). Foto: Aditya Nugraha/kumparan.

"Iya, apa lagi kan tadi posisi apinya dimulai dari bawah ya. Nah, dan ketika mau keluar tuh pagarnya tuh udah ada apinya. Jadi jika mau keluar ya keburu kebakar. Jadi nan bagian bawah susah buat ngelariin diri," jelas Salman.

Salman menyebut pagar akses keluar dalam kondisi terkunci dan digembok. Kondisi tersebut membikin penunggu nan berada di bagian bawah semakin susah mencari jalan keluar ketika api membesar.

"Kunci susah. Full dikunci semua. Digembok," katanya.

Menurut Salman, bagian bawah gedung juga digunakan untuk upaya fotokopi. Di area tersebut terdapat banyak kertas serta kendaraan dan diduga terdapat tabung gas. Kondisi itu membikin api sigap membesar dan menyulitkan penunggu untuk keluar melalui bagian bawah.

Dalam kebakaran ini empat orang meninggal dunia. Belum diketahui taksiran kerugian akibat kebakaran tersebut, namun kejadian ini terjadi diduga akibat kejadian kelistrikan.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan