Karhutla di Nabire Meluas, Hanguskan 396,13 Hektare Lahan di Tujuh Distrik

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Karhutla di Nabire Meluas, Hanguskan 396,13 Hektare Lahan di Tujuh Distrik Ilustrasi(Antara)

KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) melanda tujuh distrik di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, sejak 18 Juli hingga 23 Agustus 2026. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas area nan terbakar mencapai 396,13 hektare.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, kebakaran terjadi di sejumlah wilayah Nabire dan dipengaruhi kondisi lingkungan serta cuaca nan mendukung penyebaran api.

"Kebakaran diduga dipicu oleh kondisi cuaca panas, angin kencang, serta banyaknya semak dan ilalang kering di wilayah tersebut," kata dia.

Berdasarkan pendataan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nabire, tujuh distrik nan terdampak karhutla ialah Teluk Kimi, Nabire Kota, Nabire Barat, Wanggar, Nabire, Makimi, dan Yaur.

BNPB melalui Direktorat Pengendalian Operasi juga mencatat empat kepala family terdampak langsung akibat kejadian tersebut. Saat ini, mereka mendapat pendampingan dari tim petugas campuran nan dikoordinasikan melalui BPBD Kabupaten Nabire.

Hingga Minggu (23/8), sejumlah titik api tetap belum sukses dipadamkan. Kondisi medan dan keterbatasan akses menjadi salah satu hambatan utama lantaran letak kebakaran tidak dapat dijangkau armada pemadam melalui jalur darat.

Pemerintah Kabupaten Nabire telah meminta support pemerintah pusat untuk mempercepat penanganan kebakaran. Bantuan nan dibutuhkan mencakup pengerahan helikopter pemadam melalui metode water bombing serta penambahan armada pemadam kebakaran.

"Sebagian titik api tetap belum dapat dipadamkan, lantaran tidak dapat dijangkau armada pemadam kebakaran, memerlukan support lebih lanjut berupa water bombing dan tambahan armada pemadam," katanya.

Kondisi tersebut membikin penanganan karhutla di Nabire memerlukan support operasi udara dan tambahan sarana pemadaman, terutama untuk menjangkau titik api nan berada di wilayah dengan akses darat terbatas. (Ant/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia