Jakarta, CNBC Indonesia - Korban jiwa kejadian ledakan luar biasa di sebuah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di India pada Selasa (14/4/2026) terus bertambah.
Hingga Rabu (5/4/2026), jumlah korban tewas akibat ledakan boiler di akomodasi pembangkit listrik di negara bagian Chhattisgarh tersebut meningkat menjadi 19 orang, sementara 17 lainnya tetap menjalani perawatan di beragam rumah sakit.
Adapun akomodasi tersebut dioperasikan oleh Vedanta Limited, anak upaya dari perusahaan tambang nan terdaftar di London, Vedanta Resources. Lokasi kejadian berada di distrik Sakti.
Kepala kepolisian distrik setempat, Praful Thakur, mengonfirmasi jumlah korban terbaru. "Jumlah korban tewas dalam ledakan pembangkit listrik telah mencapai 19 orang, sementara 17 orang lainnya sedang menjalani perawatan di beragam rumah sakit," katanya, sebagaimana dikutip AFP.
Menurut laporan media lokal, ledakan diduga terjadi setelah pipa mengalami kebocoran dan menyemburkan uap bersuhu sangat tinggi ke area sekitar. Uap panas tersebut mengenai para pekerja nan saat itu tengah beristirahat makan siang.
Ketua Vedanta Resources, miliarder kelahiran India, Anil Agarwal, menyampaikan duka mendalam atas kejadian tersebut. Ia menyebut kejadian ini sebagai tragedi besar.
"Saya sangat sedih atas kecelakaan nan sangat tragis ini," kata Agarwal dalam pernyataannya.
Ia juga memastikan bahwa perusahaan bakal melakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap penyebab pasti kejadian. "Investigasi tingkat tinggi atas kejadian ini telah dimulai... Kami bakal melakukan segala upaya untuk mengungkap kebenaran di kembali masalah ini," ujarnya.
Pemerintah negara bagian Chhattisgarh turut bergerak sigap dengan membuka penyelidikan resmi. Kepala Menteri negara bagian, Vishnu Deo Sai, berjanji bakal mengambil tindakan tegas terhadap pihak nan terbukti bertanggung jawab.
Ia menegaskan bakal ada "tindakan seketat mungkin" bagi mereka nan dinilai lalai alias melanggar patokan keselamatan.
Kecelakaan industri sendiri bukan perihal baru di India. Insiden serupa kerap terjadi, sering kali dikaitkan dengan lemahnya penerapan standar keselamatan dan pengawasan nan tidak optimal.
Sebagai contoh, kebakaran di sebuah pabrik kembang api di wilayah barat India pada bulan lampau juga menewaskan 17 orang, menambah daftar panjang kecelakaan kerja di sektor industri negara tersebut.
(luc/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·