Korban Gempa NTT Nyaris Sebulan Tidur Tanpa Terpal dan Selimut

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Anggota DPRD NTT Junaidin Mahasan mempertanyakan percepatan realisasi support Rp 200 miliar untuk korban gempa Flores. Menurutnya, pemerintah pusat telah menyalurkan biaya tersebut, termasuk Rp 20 miliar untuk masing-masing kabupaten terdampak.

Namun, Junaidin tetap menerima laporan dari penduduk nan memerlukan beragam kebutuhan dasar, mulai dari terpal, selimut, makanan hingga air minum.

"Ini keadaan darurat. Rakyat tidak bisa disuruh menunggu proses manajemen terlalu lama," kata Junaidin.

Dia meminta pemerintah segera mencari solusi andaikan tetap terdapat hambatan administrasi, pengadaan, verifikasi maupun pertanggungjawaban dalam penyaluran bantuan.

"Jangan sampai prosedur birokrasi lebih sigap mengurus arsip daripada menyelamatkan kebutuhan dasar masyarakat," ujarnya.

Ketua Fraksi PSI NTT itu juga meminta Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten terdampak membuka info penyaluran support secara transparan. Mulai dari jumlah biaya Rp 200 miliar nan telah diterima masing-masing daerah, realisasi anggaran, hingga support nan sudah betul-betul diterima masyarakat.

"Jangan hanya mengatakan support sudah disalurkan. Tunjukkan datanya dan pastikan rakyat betul-betul menerimanya," tegas Junaidin.

Sekretaris Komisi II DPRD NTT itu menambahkan, dalam situasi bencana, keberhasilan pemerintah tidak cukup diukur dari besarnya anggaran nan telah masuk ke rekening pemerintah. Menurutnya, nan terpenting adalah memastikan penduduk terdampak terlindungi dan kebutuhan dasar mereka terpenuhi.

"Dalam situasi bencana, ukuran keberhasilan pemerintah bukan berapa besar anggaran nan sudah masuk rekening pemerintah, tetapi berapa banyak rakyat nan sudah terlindungi, makan, minum dan tidur dengan layak," katanya.

"Uang negara kudu bergerak secepat penderitaan rakyat. Jangan biarkan rakyat menunggu terlalu lama," sambungnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita