ilustrasi(Antara)
Ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29% secara tahunan (year-on-year/yoy), dengan industri pengolahan dan konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, dari sisi produksi, industri pengolahan menjadi kontributor terbesar berbareng sektor perdagangan, konstruksi, serta info dan komunikasi.
"Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi untuk memenuhi permintaan domestik," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud dalam konvensi pers rilis BPS, Rabu (5/8).
Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi motor utama pertumbuhan, didukung pembentukan modal tetap bruto (PMTB) dan konsumsi pemerintah seiring meningkatnya aktivitas ekonomi selama momentum libur dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Edy menjelaskan pertumbuhan konsumsi rumah tangga tertinggi tercatat pada golongan restoran dan hotel nan mencapai 6,47%, didorong oleh meningkatnya konsumsi makanan jadi pada jasa penyediaan makan dan minum. Sementara itu, konsumsi pada golongan transportasi dan komunikasi tumbuh 5,71%, didukung oleh meningkatnya penggunaan transportasi pribadi, pembelian kendaraan bermotor, serta aktivitas perbaikannya.
Selain konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) juga mencatat pertumbuhan positif nan didorong oleh investasi pemerintah dan swasta.
"Pertumbuhan PMTB tertinggi terjadi pada subkomponen kendaraan nan meningkat 26,03%," terangnya.
Kemudian, subkomponen peralatan lainnya juga tumbuh 16,18%, baik nan berasal dari produksi domestik maupun impor. Sejalan dengan itu, pertumbuhan PMTB turut didukung oleh peningkatan realisasi investasi BKPM sebesar 7,14%.
Di sisi lain, konsumsi pemerintah juga mengalami pertumbuhan seiring meningkatnya realisasi shopping negara. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan realisasi shopping pegawai, termasuk pembayaran penghasilan ke-13 bagi ASN, TNI, dan Polri serta percepatan pembayaran tunjangan tenaga pendidik non-PNS.
Selain itu, peningkatan realisasi shopping peralatan dan jasa, terutama shopping peralatan nan diserahkan kepada masyarakat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG), turut menopang pertumbuhan konsumsi pemerintah.
Secara kewilayahan, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 menunjukkan bahwa area Jawa, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi mencatat laju pertumbuhan nan berada di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini mencerminkan kuatnya aktivitas ekonomi di wilayah-wilayah tersebut dalam menopang pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·