Konservasi Mangrove Simanja Pulihkan Ekosistem Pesisir

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Laut bukan sekadar bentang Alam di Kabupaten Cilacap. Laut menjadi bagian dari kehidupan, sumber kehidupan, dan sekaligus tempat pertemuan budaya, ekonomi hingga menjaga lingkungan.

Setiap hari masyarakat pesisir menggantungkan angan pada laut dan keanekaragaman nan ada. Namun kehidupan nan berjuntai pada laut juga mempunyai tantangan, seperti cuaca, kerumitan menjaga ekosistem penyangga, hingga akses energi.

Selain itu, perubahan kondisi lingkungan, sampah, pengikisan juga menghantui masyarakat pesisir. Di tengah tangan tersebut, ada ekosistem nan mempunyai peran krusial sebagai tembok alami alias bakau.

Dari menahan gelombang, menjaga garis pantai, juga menopang biota laut di pesisir. Ada satu letak mangrove Jagapati di Cilacap, nan juga menjadi ekowisata nan memanfaatkan masyarakat lokal.

Kawasan Konservasi Mangrove Jagapati (Simanja) merupakan bagian dari Desa Energi Berdikari Jagapati, nan merupakan program pembinaan masyarakat pesisir dari PT Pertamina Patra Niaga IT Cilacap. Melalui daya terbarukan, penguatan upaya berbasis Bakau, perikanan, serta konservasi lingkungan pesisir.

Lokasi ini juga pernah dihantam pengikisan dan masalah lainnya. Namun ada Ketua Kelompok Nelayan Sida Asih, Naswan nan tidak mau berpangku tangan. Dia mendorong upaya jaga ekosistem pesisir dan dimanfaatkan jadi sumber nan bisa dimanfaatkan warga.

"Kami mulai tahun 2000, awalnya area ini gundul, lampau kita lakukan penghijauan, awalnya saya tanam 2 hektare, awalnya tanah perhutani, sekarang sudah ada 32 orang di golongan tani dengan beragam kegiatan, seperti pembibitan bakau, budidaya kakap merah, kerapu, dan kepiting," jelas dia kepada CNBC Indonesia, Sabtu (5/9/2026).

Menurut Naswan, untuk ikan dan kepiting dijadikan kuliner untuk visitor oleh ibu-ibu. Selain itu, Naswan juga melakukan pembibitan mangrove dengan beragam cara.

"Alhamdulillah jadi stock, dan kami tahun lampau 2.000 stok untuk wilayah lain. Kami juga menangani banyak perusahaan, dinas, instansi, hingga sekolah," rinci Naswan.

Untuk diketahui, Simanja merupakan letak wisata nan menawarkan edukasi mangrove dengan beragam kegiatan, seperti edukasi mangrove, pembibitan mangrove, tracking mangrove, susur sungai, buidaya lebah, tambak silofishery, dan spot foto.

Selain itu letak ini juga mempromosikan dan mengedukasi visitor tentang pentingnya keberlanjutan rimba mangrove, wisata ini berkedudukan dalam konservasi alam dan perlindungan ekosistem pesisir. Melalui pemahaman nan lebih baik tentang karakter dan faedah rimba mangrove, diharapkan visitor dapat menjadi pemasok perubahan dalam pelestarian lingkungan.

(rah/rah) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News