Kenaikan nilai bahan baku nan dipicu gejolak dunia tersebut memaksa para pelaku upaya melakukan beragam penyesuaian agar tetap bertahan. Lonjakan nilai terutama terjadi pada komponen berbasis plastik seperti cetakan sepatu dan sol, nan dalam beberapa bulan terakhir naik hingga sekitar 20 persen.

Kenaikan ini tidak terlepas dari akibat bentrok di Timur Tengah nan memengaruhi rantai pasok daya dan industri petrokimia global. Sebagai turunan dari minyak bumi, nilai plastik ikut terdongkrak seiring meningkatnya ketidakstabilan pasokan.

Ketergantungan terhadap bahan baku impor seperti nafta, petrokimia, dan polimer turut memperbesar akibat nan dirasakan pelaku upaya dalam negeri. Ketika nilai dunia meningkat, UMKM tidak mempunyai banyak pilihan selain mengikuti kenaikan tersebut, meski margin untung mereka relatif terbatas.

Di industri rumahan UMKM Flavio Boston, Cakung, Jakarta Timur, aktivitas produksi tetap melangkah seperti biasa. Para perajin tampak telaten menyelesaikan setiap tahapan pembuatan sepatu kulit, mulai dari pemotongan bahan, penjahitan, hingga pemasangan sol. Proses nan mengandalkan keahlian tangan ini menghasilkan produk dengan kualitas dan karakter khas, meski dikerjakan di ruang produksi nan sederhana.

Meski menghadapi tekanan, para perajin tetap berupaya menjaga kualitas produk agar tetap diminati konsumen. Berbagai strategi dilakukan, mulai dari efisiensi produksi hingga penemuan kreasi untuk mempertahankan daya saing di tengah kenaikan harga.

Sebagian pelaku upaya juga mencoba mencari pengganti bahan nan lebih terjangkau, meskipun tidak selalu bisa menggantikan kualitas bahan utama. Upaya ini menjadi langkah memperkuat agar produksi tetap melangkah dan tenaga kerja tetap terserap.

Di tengah kondisi nan tidak menentu, pelaku UMKM berambisi adanya support dari pemerintah, baik melalui stabilisasi nilai bahan baku maupun penguatan industri hulu dalam negeri. Dengan demikian, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi dan daya tahan industri mini terhadap gejolak dunia dapat ditingkatkan.

Bagi para perajin, industri sepatu kulit bukan sekadar aktivitas ekonomi, tetapi juga sumber penghidupan dan warisan keahlian nan terus dijaga. Di tengah tekanan global, mereka tetap berupaya bertahan, menjaga kualitas, dan melanjutkan produksi demi keberlangsungan usaha.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·