
Ilustrasi.
JAKARTA – Konflik nan tengah berjalan di Timur Tengah, nan melibatkan Arab Saudi, tidak menunjukkan tanda-tanda bakal berakhir. Terkait perihal ini, pemerintah Indonesia telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi andaikan ibadah haji 2026 tetap diselenggarakan di tengah perang antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran.
Pertimbangan ini mengingat dinamika situasi keamanan area serta potensi gangguan terhadap transportasi udara internasional, sehingga diperlukan penyusunan skenario penyelenggaraan haji nan komprehensif.
Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, memaparkan tiga skenario penyelenggaraan haji 2026. Pertama, andaikan pemerintah Arab Saudi tetap membuka penyelenggaraan ibadah haji dan Indonesia memutuskan tetap memberangkatkan jemaah, meskipun situasi keamanan area tetap berisiko tinggi.
"Alhamdulillah kami selalu berkomunikasi dengan Kementerian Haji Arab Saudi dan sampai hari ini mereka tetap memastikan semuanya melangkah dengan baik," kata Irfan dilansir laman Kemenhaj, Sabtu (14/3/2026).
Dalam skenario ini, pemerintah perlu melakukan beragam langkah mitigasi, seperti mengalihkan jalur penerbangan agar menghindari area bentrok di wilayah Irak, Suriah, Iran, Israel, Uni Emirat Arab, dan Qatar.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·